LABUHANBATU, HETANEWS.com - SA alias Manohara adalah ibu rumah tangga (IRT) yang lama diincar petugas. Menurut laporan, selama ini Manohara bersama brondongnya berinisial RF alias Kiki (25) kerapmengedarkan sabu di Kecamatan Bila Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Atas laporan itu, polisi kemudian membekuk Manohara bersama brondongnya pada Sabtu (9/10/2021) kemarin. Dari Maohara dan brondongnya itu, polisi menyita dua bungkus plastik klip transparan berisi sabu dan satu unit HP merk Nokia.

Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi mengatakan, keduanya berhasil diringkus berkat teknik undercoverbuy. Awalnya polisi menangkap RF alias Kiki di satu rumah yang ada di Jalan Karya, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bila Hilir, Kabupaten Labuhanbatu

"Setelah membekuk Kiki, tim melakukan pengembangan ke tersangka SA alias Manohara. Adapun tersangka SA alias Manohara diamankan di rumah suaminya berinisial Ges di Dusun Sei Tampang," kata Martualesi, Minggu (10/10/2021).

Menurut Martualesi, Manohara mengaku sudah dua tahun mengedarkan sabu. Tiap minggunya, Manohara bisa mengantongi untung Rp 700 ribu. 

"Adapun tersangka Kiki ini merupakan seorang residivis yang baru saja selesai menjalani hukuman pada April 2021 lalu dalam kasus serupa," terang mantan Kapolsek Ktalimbaru ini.

Sementara SA alias Manohara, mengaku mendapat pasokan sabu dari warga Senna, yang saat ini masih dalam pengembangan polisi.

Atas perbuatannya, Manohara dan brondongnya dijerat Pasal 114 ayat (1) subsidair Pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sumber: tribunnews.com