HETANEWS.com - Kasus penganiayaan yang dialami tersangka penista agama Muhammad Kece oleh terpidana suap dan penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte masih terus berpolemik. Terbaru, beredar surat pencabutan laporan oleh Kece.

Terkait hal itu, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian mengatakan, surat tersebut bukan dibuat Kece melainkan dibuat Irjen Napoleon.

 “Tidak benar, karena oleh korban MK diakui surat tersebut bukan dibuat oleh dirinya, tapi dibuat oleh salah satu tersangka,” kata Andi lewat keterangannya, Minggu (10/10).

“Surat dibuat oleh salah satu tersangka atas perintah NB,” sambungnya.

Baca juga: Siksa dan Lumuri Tinja ke Muka M Kece, Irjen Napoleon Terancam Hukuman 5,5 Tahun Penjara

Andi menyebut, surat yang sudah dibuat tersebut lalu disodorkan ke Muhammad Kece untuk ditandatangani. Hal itu merupakan pengakuan Kece langsung.

“Kemudian disodorkan kepada korban untuk ditandatangani,” ujar Andi.

Sebelumnya, pengacara Kece, Kamarudin Simanjuntak juga mengungkapkan bahwa surat itu dibuat Kece karena ketakutan berada dalam satu blok sel yang sama dengan para penganiayanya.

"Dia ketakutan, karena disiksa polisi agama dan dipaksa makan tahi juga oleh polisi perwira tinggi," kata Kamarudin, saat dihubungi kumparan, Sabtu (9/10).

Baca juga: Polri Siapkan Sidang Etik Napoleon dalam Perkara Suap Djoko Tjandra

Sumber: kumparan.com