Jakarta, hetanews.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito memastikan seluruh kasus positif Covid-19 yang ditemukan dalam penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua ditangani secara profesional. Upaya ini untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 pada PON tersebut.

"Kemunculan kasus positif pun juga segera ditangani secara profesional oleh tenaga kesehatan setempat sehingga mencegah meluasnya penularan kepada Kontingen atau masyarakat," katanya, Jumat (8/10).

Wiku menjelaskan, pemerintah telah menyediakan 58 fasilitas isolasi terpusat (isoter)untuk merawat pasien Covid-19 di Papua. Pemerintah daerah terus mengawasi ketat keluar masuk pasien Covid-19 pada fasilitas isoter.

"Pemerintah setempat berupaya keras setiap pasien yang menjalani isolasi dapat keluar dengan sembuh sepenuhnya," tegasnya.

Wiku meminta seluruh partisan PON XX seperti atlet, ofisial, pelatih, dan penonton tetap menjunjung tinggi sportifitas dan selalu waspada potensi penularan Covid-19. Disiplin menjalankan protokol kesehatan saat berada di ajang perhelatan menjadi keharusan.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada penyelenggaraan PON XX Papua meningkat. Data Kamis (7/10) pukul 22.30 waktu setempat, kasus positif Covid-19 sebanyak 50 orang.

Hari ini pukul 11.30 menjadi 57 kasus positif Covid-19. Ini menunjukkan ada penambahan 7 kasus positif Covid-19 dalam waktu 13 jam.

"Saya baru dapat informasi ada tambahan 7 kasus (Covid-19) baru, itu dari Merauke. Jadi total kasus kita untuk jam 11.30 sebanyak 57 kasus," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Papua, Silwanus Sumule dalam diskusi virtual, Jumat (8/10).

Menurut Silwanus, seluruh kasus Covid-19 yang ditemukan pada perhelatan PON XX masuk kategori tanpa gejala dan gejala ringan. Ada dua hal yang membuat kasus Covid-19 pada PON XX Papua tidak mengalami kondisi berat.

Pertama, seluruh atlet yang terlibat dalam PON XX sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Kedua, kolaborasi sisi hulu dan hilir terus diperkuat. Sisi hulu yang dimaksud yakni 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) dan 3T (testing, tracing, treatment). Sedangkan sisi hilir adalah penguatan fasilitas pelayanan kesehatan.

Ketua Satuan Tugas Protokol Kesehatan PON XX Papua, Prasinta Dewi mengatakan saat pembukaan PON XX pada 2 Oktober 2021 pihaknya sempat kewalahan menerapkan protokol kesehatan. Sebab, jumlah orang yang menghadiri pembukaan ajang olahraga tersebut sangat banyak.

"Saat pembukaan itu kita agak kewalahan. Secara jarak kita tidak dapat, penuh sekali orang. Walaupun berjajar, berdempet-dempetan, yang penting di sini adalah pakai masker. Mereka kita wajibkan pakai masker," jelas Dewi.

Setelah PON XX berjalan, kepatuhan masyarakat Papua menerapkan protokol kesehatan meningkat. Masyarakat mulai menggunakan masker, bahkan bersedia mengikuti vaksinasi Covid-19.

"Peningkatan kesadaran terhadap 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) sudah meningkat," katanya.

PON XX Papua berlangsung sejak tanggal 2 hingga 15 Oktober 2021 mendatang. PON ini menggelar kompetisi 37 cabang olahraga dengan melibatkan lebih dari 6.000 atlet dan 3.000 orang dari tim pelatih. 

sumber: merdeka.com