SIMALUNGUN, HETANEWS.com -  Menikmati keindahan alam yang dibalut dengan cerita unik tempat bersejarah di Danau Toba tidaklah ada habisnya. 

Bahkan kita selalu dibuat terbuai dan penasaran untuk berkunjung ke Danau Vulkanik terbesar di dunia itu.

Parapat salah satu kawasan di Danau Toba yang menjadi gerbang pariwisata, menyuguhkan cerita menarik hingga legenda yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Salah satu yang memiliki kenangan masalah lalu di Parapat adalah Hotel Khas yang dulunya peninggalan kolonial Belanda dibangun sejak 110 tahun yang lalu.

Menurut GM Hotel Khas Parapat Zulfitri melalui Manager Marketing I Made Sukadana di dampingi tim Fauzan Ridhoi, mengatakan, Hotel yang berada di Jln Marihat No.1 Danau Toba Kec Girsang Sipangan Bolon, itu dulunya merupakan lokasi penginapan Zending Belanda.

Pada tahun 1911 kolonial belanda telah mendirikan hotel  tersebut sebagai tempat para misionaris atau penginjil dari Negara Belanda (Zending) untuk melakukan Penyebaran Agama Kristen di berbagai daerah dan negara.

Pada 11 Februari 1919 tempat itu berubah menjadi usaha hotel dengan nama Hotel En Handel Maatschappij Toba  dengan penambahan sebanyak 5 kamar bangunan semi permanen yang masih dikuasai oleh Belanda dengan kedudukan kantor direksi di Balige, Taput. 

Selanjutnya pada 8 Agustus 1950 berubah nama menjadi Maatschapij Parapat di bawah penguasaan dan pengusahaan kantor Kamerling Onnes yang berkedudukan di Medan.

Namun setelah Belanda mengakui kemerdekaan Bangsa Indonesia maka Tanggal 14 Desember 1957, Hotel ini diambil pemerintah dibawah pengawasan Peperda dan kemudian diserahkan kepada BPU - PDN Sumatera Utara dan Aceh yang berkedudukan di Medan.

Karena sudah resmi milik Negara maka Tanggal 31 Maret 1962, berada di bawah pengawasan dan penguasaan Menteri Perhubungan RI, di bawah naungan Hotel- hotel Pariwisata Nasional ( HPN )kini berkantor pusat di Jakarta.

Pada tanggal 15 Februari 1973 berubah lagi berdasarkan peraturan pemerintah RI nomor 4 tahun 1973 menjadi salah satu unit usaha Perseroan Terbatas ( persero ) dengan nama: National Hotels and Tourism corporation (Natour) ltd berkedudukan di Jakarta.

Ide penggabungan PT. HII dengan PT. NATOUR dicetuskan oleh Pemerintah pada tahun 1993, sehingga Sosialisasi dimulai tanggal 24 Desember 1993, sampai 13 Oktober 1999 dan berada dibawah naungan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN RI, menjadi PT Hotel Indonesia Natour (Inna Hotel Group)

Hari jadi Penggabungan PT. HII dan PT. Natour akhirnya ditetapkan oleh Direksi PT. Hotel Indonesia Natour / HIN ( INNA Hotel Group ) pada tanggal 19 Maret 2002 sebagai Hari Ulang Tahun I (Pertama).

Pada Bulan Maret 2016 Pemerintah melakukan penggabungan PT. HIN, PT. Aerowisata dan Patra Jasa menjadi Hotel Indonesia Group (HIG). 

Kini, Hotel Inna Parapat itu turut direbranding. Hotel bintang 3  berganti nama menjadi Hotel Khas Parapat. 

Perubahan nama dan Logo hotel ini dilaksanakan saat acara launching di Hall Simalungun Hotel Khas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Kamis (08/04/2021).

Perubahan itu seiring menyambut tantangan bisnis pariwisata sekaligus mewujudkan pelayanan prima dalam mendukung program pemerintah menjadikan Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Wisata Super Prioritas dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Tidak hanya hotel unik ini yang menjadi daya tarik di Parapat Danau Toba. Beberapa lokasi dan tempat lain yang tak kalah menarik tetap menunggu sapaan dari pengunjung. Jangan mau ketinggalan mencari jejak keunikan itu bersama kami di Latosu Holidays -085276075316.

Baca juga: Hotel Inna Parapat Kini Berganti Nama Hotel Khas Parapat