Jakarta, hetanews.com - Aturan penggabungan empat pengelola pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penetapan aturan itu diteken Jokowi berbarengan saat empat BUMN pelabuhan itu resmi bergabung pada 1 Oktober 2021.

Dengan dilakukannya penggabungan, aset Pelindo kini menjadi Rp 8.475.067.000.000. Hal itu sebagaimana tertuang di Pasal 3 Ayat 2 dalam Peraturan Pemerintah (PP) 101/2021 tentang Penggabungan Perseroan PT Pelabuhan I, III dan IV ke dalam PT Pelabuhan Indonesia II.

"Dengan dilakukannya penggabungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, nilai kekayaan sementara Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II menjadi sebesar Rp 8.475.067.000.000,00 (delapan triliun empat ratus tujuh puluh lima milyar enam puluh tujuh juta rupiah) atau sebanyak 8.475.067 (delapan juta empat ratus tujuh puluh lima ribu enam puluh tujuh) saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) per saham," bunyi aturan itu dikutip detikcom, Rabu (6/10/2021).

Jumlah aset itu berdasarkan penggabungan masing-masing aset perusahaan sebelum merger. Pelindo I Rp 1,7 triliun atau sebanyak 1,7 juta saham, lalu Pelindo III Rp 2.218.953.000.000, dan Pelindo IV sebesar Rp 3.112.085.000.000.

"Nilai kekayaan definitif Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia I, Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia III, dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia IV yang digabungkan ke dalam Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan usulan Menteri Badan Usaha Milik Negara," bunyi pasal 3 ayat 3.

Sebagai informasi, 1 Oktober 2021 lalu PT Pelindo I-IV resmi digabung. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan merger ini menjadi sejarah baru bagi pelabuhan Indonesia.

"Hari ini sah, bahwa Pelindo bergabung menjadi I,III, IV dan ini akan menjadi satu sejarah baru bagi pelabuhan Indonesia karena ini menjadi satu Pelindo, satu pelabuhan," katanya, Jumat (1/10/2021).

Arya menuturkan, dulu pengelolaan pelabuhan tidak efisien. Sebab, sistem antar pelabuhan berbeda-beda. Dengan merger ini nantinya pelabuhan menjadi satu kesatuan sistem. Sejalan dengan itu, nantinya Pelindo membentuk empat subholding.

Kemudian, adanya merger ini diharapkan akan memperkuat pelabuhan di Tanah Air.

"Dengan pelabuhan ini semua satu sistem baik logistik, non logistik lainnya itu akan menjadi satu kesatuan sistem. Nantinya ada empat sub holdingnya. Mudah-mudahan ini bisa memperkuat pelabuhan kita dan menjadi operator salah satu terbesar di dunia juga," katanya.

sumber: detik.com