Medan, hetanews.com - Jumlah kasus positif Covid-19 di Sumatra Utara terus melandai. Teranyar pada tanggal 5 Oktober 2021 kasus Covid-19 di Sumut bertambah 80 kasus.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyebutkan, melandainya kasus positif Covid-19 di Sumut, salah satu upaya yang dilakukan adalah menggalakkan tracing dan testing.

Meski testing yang dilakukan Satgas Covid-19 Sumut masih di bawah standar WHO, tetapi upaya tersebut dinilai mampu menekan angka penyebaran Covid-19, selain juga konsisten menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

"Testing kita 1 banding 11. Standar WHO 1 banding 15. Tapi kiya baru mampu segitu. Aparat TNI, Polri baru mampu 1 banding 11. Jawa Timur 1 banding 19, makanya Jawa Timur masuk ke level 1. Salah satu persyaratan adalah perbandingan testing," kata Edy, Rabu (6/10/2021).

Wujud melandainya kasus Covid-19 di Sumut dibuktikan dengan persentase bed occupancy rate (BOR) sejumlah rumah sakit semakin menurun.

"Apakah real atau tidak, anda bisa rasakan langsung kan. Pada saat kasus kita kondisinya 2.000-an, rumah sakit kita tak cukup. Sekarang rumah sakit yang teriak tak ada pasien," ucapnya.

Di samping itu, untuk meningkatkan imun masyarakat Sumut, maka Satgas Covid-19 Sumut terus gencar melakukan pemerataan vaksinasi di kabupaten/kota.

Seluruh vaksin yang ada didistribusikan agar bisa disuntikkan kepada masyarakat. Tidak ada lagi vaksin Covid-19 yang tersimpan di gudang milik Dinas Kesehatan.

"Untuk meningkatkan imun rakyat kita, kita segerakan vaksinasi. Vaksin yang ada tidak diizinkan berada di gudang. Seluruhnya kita distribusikan untuk vaksinasi. TNI/Polri, hari ini (Rabu) jaksa, Kajati membuka vaksinasi massal," ujarnya.

Edy berharap nantinya 70 persen masyarakat Sumut mendapatkan vaksinasi demi mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

"Sama-sama kita bersama untuk menyehatkan rakyat kita. Progres vaksinasi sudah 36 persen. Kita berharap sampai 11 juta rakyat kita divaksin, itu adalah 70 persen. Masih kita kejar dan kita lakukan. TNI/Polri pagi, siang, sore terus beruusan dengan vaksinasi," pungkas mantan Pangkostrad itu.

sumber: tribunnews.com