SIANTAR, hetanews.com - Terkait kasus pembakaran rumah Bapak Abdul Kholik Lubis yang terjadi pada 29 Mei 2021 sekira pukul 03.00 dinihari di jalan Jorlang Hataran, dengan 6 terdakwa masih menunggu persidangan lanjutan yakni tuntutan jaksa Selamat Riyadi Damanik SH dari Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.

Rencananya, persidangan akan dibuka kembali pada Senin (11/10) di Pengadilan Negeri Pematangsiantar dipimpin hakim Irwansyah P.Sitorus SH.

Sebelumnya, dalam keterangan terdakwa RPS dan juga sebagai saksi (6 terdakwa disidangkan dalam 4 berkas terpisah), telah membantah BAP di penyidik yang mana Keterangan awalnya dibantah dari BAP  yakni UH memerintahkan Roni memberi uang 5 juta untuk membayar orang suruhan memukuli Bemby,namun dalam sidang RPS menyebutkan jika uang tersebut dari LPM.

Hal ini membuat Jaksa harus memaminggil Saksi Verbal, setelah jaksa menghadirkan saksi verbalisan dan mendengarkan kesaksi verbalisan, terdakwa/saksi RPS als Roni membenarkan BAP nya dan tidak jadi membantah.

RPS dan semua terdakwa membenarkan BAP (Berita Acara Penyidik) di kepolisian, hal itu terungkap dalam persidangan. "Benar yang mulia," jawab terdakwa secara bergantian ketika ditanya hakim terkait keterangan dalam BAP.

Menanggapi hal tersebut, advokat Pondang Hasibuan SH MH mengatakan jika hal tersebut sudah menjadi hal yang dapat dipertimbangkan jaksa. Karena mempersulit proses persidangan dan berupaya mengaburkan fakta yang sebenarnya.

"Jika saksi dan juga terdakwa membantah BAP lalu membenarkan nya lagi setelah  dihadirkan saksi verbalisan untuk dilakukan konfrontir, itu sudah mempwrsulit jalannya persidangan. Karena berupaya mengaburkan fakta yang sebenarnya," jelas Hasibuan.

Hal itu jelas menjadi pertimbangan jaksa dalam membuat tuntutannya. "Memberikan keterangan yang berbelit2 sehingga mempersulit proses persidangan,"katanya lagi.

Hal senada dikatakan salah seorang jaksa di Kejari Siantar R Damanik SH.

"Kalau sampai harus menghadirkan saksi verbalisan, ya sudah mempersulit proses persidangan karena berbelit-belit," katanya.