MEDAN, HETANEWS.com - Pemerintah Kota Medan telah memberikan sejumlah kelonggaran menyusul adanya penurunan level PPKM di tengah situasi pandemi, dari level 4 menjadi level 3. Salah satunya, memperbolehkan bioskop beroperasi kembali.

Sederet protokol kesehatan dan syarat tertentu diterapkan bagi siapa saja yang ingin masuk ke bioskop. Di antaranya check-in aplikasi Peduli Lindungi, skrining, memakai masker dan berjaga jarak.

Baru-baru ini, tepatnya Selasa (5/10) lalu, terjadi cekcok antara pengunjung mal yang ingin masuk ke bioskop dengan petugas keamanan di sebuah mal di Kota Medan.

Kejadian itu dialami oleh Ratna Sari (24) yang merupakan pengunjung mal. Video cekcok tersebut viral di media sosial.

"Nggak usah nonton, cara kalian nggak enak. Syarat utama itu harus punya handphone, yang nggak punya handphone nggak boleh?" tutur Ratna dalam video itu.

Ratna menceritakan kronologi kejadian di balik video viral itu kepada kumparan. Ratna mengatakan, ia bersama sang suami datang ke sebuah mal di Kota Medan. Ia hendak menonton sebuah film di bioskop dengan scan barcode lewat aplikasi Peduli Lindungi.

"Namun kebetulan saya nggak bawa handphone. Jadi saya memakai handphone suami tapi saya pakai akun saya sendiri," tutur Ratna sembari menunjukkan bukti foto tangkapan layar barcode tersebut.

Sayangnya, petugas tidak memperbolehkan Ratna masuk dengan alasan ia tidak menggunakan handphone miliknya sendiri. Mengetahui itu, Ratna mengaku kesal.

Ia tidak terima orang yang tidak memiliki handphone tidak diperkenankan masuk ke dalam bioskop. Ratna pun menunjukkan KTP dan KK yang ia bawa untuk dicek oleh petugas. Tapi, berdasarkan pengakuan Ratna, mereka tetap tidak menerimanya.

"Saya tunjukin KTP dan KK saya biar mereka bisa ngecek NIK saya itu sesuai nggak dengan yang ada di Peduli Lindungi. Tapi mereka tetap nggak percaya," imbuhnya.

Ratna mengaku kecewa dengan sikap petugas yang tidak teliti, ia juga merasa petugas seperti menuduhnya memalsukan data diri.

Dengan mengunggahnya ke media sosial, ia berharap masyarakat yang memiliki keinginan mengunjungi gedung bioskop dapat belajar dari pengalamannya.

Sementara kepada petugas, ia berpesan untuk lebih teliti saat mengecek identitas dan hasil scan pengunjung.

"Harapan saya sebagai petugas harus teliti, jangan asal sembarang curiga data palsu kalau belum dicek, karena nggak semua orang ingin nonton itu punya hp," tandasnya.

Sumber: kumparan.com