SIMALUNGUN, hetanews.com- Tahap 2 kasus pembunuhan wartawan Mara Salem Harahap als Marshal, Rabu (6/10) sekira pukul 15.00 wib di Kejari Simalungun.Penyerahan 2 tersangka dan barang bukti dari penyidik Poldasu ke Kejatisu dan diteruskan ke Kejari Simalungun.  Dua tersangka Su dan YFP terlihat memakai celana pendek dan kaos memasuki kantor Kejari Simalungun digiring petugas dari Poldasu.

Baca juga: Timah Panas Tembus Hingga Kemaluan Korban Marsal

Selain 2 tersangka, turut diserahkan barang bukti mobil Datsun Go putih BK 1921 WR, dan Honda Vario BK 6976 WA dan barang bukti lainnya termasuk senjata dan sejumlah pakaian korban. 

Situasi terkini, kedua pelaku masih diperiksa tim jaksa Kejari Simalungun Bilin Santoriko Sinaga SH dan Firmansyah SH. Dalam pemeriksaan, kedua pelaku terlihat didampingi pengacaranya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Tersangka Su (57) sebagai pemilik Tempat Hiburan Malam (THM) Ferrari berperan sebagai orang yang menyuruh melakukan tindakan terhadap korban Marsal. Dengan memerintahkan YFP selaku manager di THM tersebut agar korban diberi shock terapi.

Sehingga YFP bersama AS (oknum TNI yang dikabarkan meninggal dunia melalui akun FB nya) menembak korban Marsal. Akibatnya Marsal meninggal dunia dengan luka tembak di bagian paha kiri atas karena kehabisan darah.

Marsal yang disebut sebut sebagai wartawan media online di Siantar meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.  Marsal (42) Warga Huta VII Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun ditemukan bersimbah darah di dalam mobilnya. Korban tewas ditembak sekitar 300 meter dari kediamannya pada Sabtu (19/6/2021) dini hari.

Saat berita ini diturunkan, masih menunggu keterangan resmi dari Kejari Simalungun. Terkait status penahanan dan juga pasal yang disangkakan. Meski sebelumnya, Kapoldasu menjelaskan jika para tersangka dijerat dengan pasal 339 KUH Pidana.