TEBINGTINGGI, Hetanews.com - Mungkin banyak yang belum tahu. Ternyata para  difabel atau penyandang disabilitas  di Kota Tebing Tinggi banyak yang belum dapat mengakses fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos).

Mengutip keterangan Rahmad Muliadi ( 51 ) warga Kelurahan Deblot Sundoro ketika di temui Heta News Selasa ( 5/10/2021 ) di kediamannya mengatakan  dibeberapa kawasan di  Kota Tebing Tinggi dapat di jumpai para difabel  hanya melakukan aktifitas sehari-hari  di lingkungan pemukiman mereka saja.

Sebenarnya di masyarakat kami memiliki hak dan kewajiban yang sama akan tetapi yang terjadi keberadaan kami ( difabel.red ) memang belum di rasakan secara integral pada masyarakat. Kami juga ingin mandiri demikian ujaran Muliadi.

" Perlu sama-sama di ketahui  bahwa berbagai akses dan ruang publik di Kota Tebing Tinggi masih mendiskreditkan kaum kami  semisal dalam mengakses jalan dan trotoar " ujar Muliadi.

Rahmad Muliadi yang didampingi Supiono ( 61 ) warga Tanjung Marulak kesehariannya keduanya  berprofesi sebagai penjahit pakaian tempahan menjelaskan untuk membeli bahan kebutuhan buat usahanya, keduanya masih meminta bantuan orang lain.

Kenapa ? tanya Heta News."  Di jawab Muliadi bahwa  untuk menelusuri trotoar saja  tidak dapat di lakukan karena di penuhi barang dagangan pemilik toko dan pedagang K5. Dari bahu jalan naik ke atas trotoar  tidak ada bidang miring. Rancang bangunan di kota ini mempersulit gerak kaum difabel.

 " Selain itu,  tidak.ada penyediaan parkir khusus untuk kami yang dapat langsung masuk kepelayanan utama misal perpustakaan, pasar dan sarama umum lainnya. " ucap Muliadi.

Meskipun jumlah para difabel tidak banyak di kota Tebing Tinggi tidak dapat di kesampingkan fakta bahwa mereka memiliki hak yang sama seperti warga masyarakat lainnya  mengakses sarana publik milik pemerintah kota. 

Mengutip tanggapan salah seorang  pemerhati sosial,  Rahmadian Putri  yang di.mintai tanggapannya mengatakan memberikan hak kepada penyandang difabel tidak hanya sebatas mendesain bangunan  yang menyediakan layanan untuk mereka saja akan tetapi seharusnya masyarakat  juga memberikan pengertian dan kesadaran agar sikap kita kepada para penyandang difabel itu sama layaknya orang normal umumnya.

" Pemerintah kota hendaknya perlu melibatkan berbagai stake holder dan komponen masyarakat unruk secara bersama memberi support kepada penyandang difabel agar mereka mampu mandiri dan hidup layak di masyarakat." Ucap Kartika. 

Dengan adanya partisipasi dan penyediaan akses ruang bagi para penyandang disabilltas perlu kiranya sikap dan sinergitas dari berbagai jajaran pemerintah kota untuk dapat bekerjasama ke arah yang lebih baik bagi penyandang disabilitas