SIANTAR, Hetanews.com - UH Cs akhirnya membenarkan semua keterangan yang ada dalam Berita Acara Penyidikan di Polres Pematangsiantar, pasca dihadirkannya saksi verbalisan (penyidik) Ade Guntara dalam persidangan, Senin (4/10) di Pengadilan Negeri Pematangsiantar.

JPU Selamat Riyadi Damanik SH yang dikonfirmasi hetanews.com Selasa (5/10) mengatakan "gak ada BAP yang dibantahkan, benar semua," katanya pagi itu di kantor Kejari Siantar.

Sebelumnya, RPS mengakui jika uang 5 juta yang diberikan sebagai upah untuk membakar rumah Pak Abdul Khalik Lubis di jalan Jorlang Hataran, pada 29 Mei bersumber dari uang LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat).

Faktanya, dalam BAP RPS als Roni menjelaskan jika Umarlah yang memerintahkan agar Roni menyerahkan uang 5 juta sebagai upah orang yang disuruh memukuli Bemby, yang disebut sebagai wartawan online di Siantar.

Akibat sering diberitakan Bemby yang menyebut UH diduga bandar Narkoba, rumah Pak Lubis jadi korban karena Bamby tinggal di rumah tersebut.

Terungkap juga dalam persidangan dalam pengakuan Umar jika dirinya diamankan Polda terkait Narkoba tapi hanya di tes urine. Selanjutnya dilakukan rehab saja karena urinenya positif mengandung cannabinoid (ganja).

"Pernah dibawa ke Polda, Bu sekitar 1 bulan diperiksa cuma di tes urine. Hasilnya positif ganja lalu direhab 1 bulan dan dilepaskan," katanya saat menjawab pertanyaan pengacaranya.

Pengacara terdakwa juga mengarahkan pertanyaan dan mempertegas jika terdakwa LAH menyuruh membakar karena dalam keadaan pengaruh minuman beralkohol (mabuk).

"Kami berdua yang menyuruh dan Umar tidak tahu rencana pembakaran, cuma pemukulan," kata RPS.