Jakarta, hetanews.com - Polisi segera menggelar sidang disiplin terhadap Karutan Bareskrim Polri AKP I terkait kasus penganiayaan Youtuber Muhammad Kece yang dilakukan oleh terpidana suap Djoko Tjandra, Napoleon Bonaparte.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan, sidang pelanggaran disiplin juga akan dilakukan terhadap Kepala Jaga Rutan Bareskrim Bripka W dan anggota jaga Bripka S. Berkas perkara ketiganya kini telah mendekati tahap akhir.

"Telah dilakukan pemberkasan, pemenuhan berkas, dan berkas sudah hampir selesai atas nama terduga pelanggar AKP I (Karutan dan dua anggota (kepala dan anggota jaga)," tutur Ahmad saat dikonfirmasi, Selasa (5/10).

Menurut Ahmad, ketiga anggota Polri itu diduga melanggar Pasal 4 (d) dan (f) PP Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri tentang pelanggaran disiplin tidak melaksanakan disiplin, tidak melaksanakan standar operasional prosedur (SOP) dalam melakukan jaga tahanan, dan pelanggaran terkait peraturan kedinasan.

"Kasus ini pelanggaran disiplin," kata Ahmad.

Sebelumnya, polisi menetapkan Irjen Napoleon Bonaparte dan empat tahanan lain sebagai tersangka kasus penganiayaan Youtuber Muhammad Kece. Total sudah ada lima tersangka dalam perkara tersebut.

"Dalam kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan dengan korban M Kosman alias Kace, penyidik telah menetapkan lima tersangka," tutur Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Menurut dia, empat tahanan lainnya itu adalah tahanan kasus uang palsu, DH; narapidana kasus ITE, DW; narapidana kasus penipuan dan penggelapan, H alias C alias RT; juga narapidana kasus perlindungan konsumen, HP.

Sementara untuk penyidikan para petugas rutan menjadi kewenangan Propam Polri. "Ditangani Propam," kata Andi.

Polisi telah memeriksa sebanyak 18 saksi dalam kasus penganiayaan Youtuber Muhammad Kece yang dilakukan oleh terpidana kasus suap Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri. Perkara tersebut sudah masuk ke tahap penyidikan.

sumber: merdeka.com