SIANTAR, HETANEWS.com - Mantan Dirut Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) kota Siantar, Herowin Tumpal Fernando Sinaga (46), terbukti korupsi Rp 215 juta. Terdakwa dihukum 4 tahun penjara denda Rp 200 Juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Herowin juga harus membayar uang pengganti (UP) kerugian negara senilai Rp 215 juta dan jika tidak dibayar, maka setelah putusan inkracht ia harus menjalani hukuman 1 tahun 3 bulan penjara.

Putusan majelis hakim diketuai Mian Munthe SH MH dibacakan dalam persidangan, Senin (4/10/2021) di PN Tipikor Medan.

Herowin divonis lebih ringan 1 tahun dari tuntutan pidana jaksa Nixon A Lubis SH dari Kejari Siantar.

Demikian disampaikan Kasi Intel Rendra Yoki Pardede SH kepada Hetanews ditemui kantornya, Senin sore.

"Sidang di PN Tipikor, terdakwa Herowhin divonis 4 tahun dan denda," ungkap Rendra.

Atas putusan hakim, pengacara Dahyar Harahap SH dan Erik Sembiring SH belum menyatakan menyatakan banding atau terima dengan putusan tersebut.

"Kita masih pikir pikir dan berkoordinasi dengan keluarga juga terdakwa apakah akan mengajukan banding," tulis Dahyar dihubungi terpisah melalui pesan.

Sementara itu, hakim sependapat dengan jaksa bahwa Herowhin dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana diketahui, PD PAUS yang baru dibentuk bertujuan untuk mendorong perkembangan pembangunan dan perekonomian daerah serta menunjang peningkatan PAD baik yang bersumber dari penggalian dan pemanfaatan potensi daerah maupun yang bersumber dari pembangunan usaha ke luar daerah.

Operasional perusahaan PD PAUS diambil dari dana penyertaan modal Pemerintah Kota Siantar yang diatur dalam Perda No.7 Tahun 2014. Adapun jumlah modal yang diserahkan sebesar Rp 50 Miliar yang diberikan secara bertahap.

Pada 2004 perusahaan diberikan dana sebesar Rp.4 Miliar dari APBD.

Sementara itu, berdasarkan perhitungan Ahli Auditor BPKP Provsu, Bakti Ginting, menyatakan dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan senilai 215 juta.

Baca juga: Herowin Sinaga Kembali Diperiksa Terkait Korupsi BTN