MEDAN, HETANEWS.com - Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang akan dikembalikan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) akan dimulai pada tahun 2022.

Kepala Bappeda Medan, Benny Iskandar menyampaikan, konsep revitalisasi Lapangan Merdeka Medan adalah pelestarian ruang kota bersejarah dan konteks dinamika rancang kota (urban design) kontemporer dengan pendekatan mempertahankan signifikansi sejarah dan karakter Lapangan Merdeka sebuah ruang terbuka publik. 

"Ada intervensi desain Lapangan Merdeka dengan beberapa penekanan. Di antaranya, mempertahankan pohon trembesi tua dan fungsi sebagai ruang terbuka publik, menjadikan Lapangan Merdeka sebagai ruang terbuka hijau, juga sebagai mitigasi perubahan iklim," ujar Benny, Minggu (3/10/2021). 

Selain itu, lanjutnya, Lapangan Merdeka juga didesain sebagai ruang publik terbuka sekaligus ruang kota yang mengapresiasi sejarah Medan dan sejarah Proklamasi Kemerdekaan. 

Desain revitalisasi ini juga diharapkan dapat menjadikan Lapangan Merdeka sebagai "void", ruang terbuka kota, ruang kontemplasi dan refleksi untuk memahami sejarah masa lalu dan menyiapkan langkah pembangunan ke masa depan.

"Desain revitalisasi ini juga menjadikan Lapangan Merdeka sebagai infrastruktur, akan dibangun parkir bawah tanah yang terang, puitis, dan humanis," kata Benny.

Sedangkan resapan air dari ruang terbuka publik di atas basement parkir disalurkan ke "collector tunnel" raksasa di sisi Utara dan tidak membebani saluran drainase di luar Lapangan Merdeka.

Selain parkir, kata Benny, di bassement juga ada jalur komersial yang akan ditata dengan apik dan menimbulkan kenyamanan. 

"Mengacu kepada konsep utama, revitalisasi ini juga mendesain Lapangan Merdeka sebagai panggung untuk rakyat. Direncanakan ada sistem tempat duduk di panggung pendopo hanya akan dinaikkan pada saat hendak digunakan," katanya.

Budayawan asal Sumatra Utara, Shafwan Hadi Umry mengatakan program revitalisasi Lapangan Merdeka ini diharapkan menumbuhkan kebersamaan masyarakat Medan yang multietnis. 

Shafwan menilai, pendekatan revitalisasi yang mempertahankan pelestarian sejarah dan karakter Lapangan Merdeka sebagai ruang publik terbuka sangatlah tepat.

"Manusia modern kian terisolasi di rumah-rumah, di villa-villanya sendiri. Tak ada lagi wahana pertemuan kultur. Revitalisasi Lapangan Merdeka ini merupakan langkah tepat untuk mewujudkan wahana pertemuan kultur, pertemuan keluarga Indonesia," ungkap Shafwan. 

Revitalisasi ini, lanjutnya, sebagai bentuk pelestarian dan penghargaan kepada pendiri bangsa. Lapangan Merdeka menyimpan histori. Di Lapangan inilah, sebut Shafwan, pertama kali Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan di Sumut. 

"Saya berharap, setiap 17 Agustus, Proklamasi yang dibacakan Bung Karno itu dikumandangkan di Lapangan Merdeka," ucapnya. 

Shafwan menyarankan di Lapangan Merdeka secara periodik digelar permainan-permainan rakyat yang bisa dinikmati oleh masyarakat Medan yang kian modern ini.

"Ini sebuah langkah yang tepat. Layak didukung oleh masyarakat. Bagaimana pun revitalisasi ini dari, oleh, dan untuk masyarakat Medan," pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com