SIANTAR, HETANEWS.com - Ali Ketat (50), pria pelaku pembunuhan terhadap Steven Theodore alias Awen (30) ditangkap polisi tak lama setelah gelar perkara di lokasi kejadian. 

Ali, yang disebut-sebut mengalami gangguan kejiwaan tak mampu menyembunyikan nalarnya saat diperiksa penyidik di ruang Jatanras Polres Siantar.

Polisi juga menyita barang bukti tongkat besi yang dipakai Ali menganiaya Awen dan benda tajam seperti pisau, cutter, gunting hingga setumpuk uang kertas senilai Rp 6.730.000. 

Hasil pemeriksaan sementara, Ali mengaku berasal dari provinsi Aceh, tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal menetap sejak berada di Siantar.

“Pelaku kerjaannya mocok-mocok dan tidak menetap rumahnya, beliau [pelaku] asal Aceh,” kata Kapolres Siantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar kepada wartawan saat gelar konferensi pers di Mapolres Siantar, Sabtu (2/10/2021).

Pelaku dikenali dari CCTV

Polisi pun mengumpulkan sejumlah bukti dari lokasi kejadian. Salah satunya adalah rekaman CCTV. 

Dalam rekaman tersebut, terlihat korban datang mengendarai sepeda motor masuk dari lorong menuju pintu belakang rumahnya.

Dari belakang, Ali berjalan cepat memegang tongkat besi mendekati Awen yang berhenti memarkir motor di depan pintu. Awen mulai menyadari pelaku ingin menyerangnya.

Setelah turun, ia sempat membuka pintu hendak masuk namun didapati pintu dalam keadaan tertutup rapat. Detik selanjutnya, kedua saling berhadap-hadapan dan Awen membuka helm yang ia kenakan. 

Ayunan tongkat besi dari tangan Ali membuat Awen seketika tersungkur ke lantai. Melihat itu pelaku leluasa melayangkan tongkat besi secara bertubi tubi dari kepala hingga punggung.

“Tongkat yang dipakai pelaku sudah dicuci oleh pelaku. Pelaku, setelah melakukan penganiayaan langsung melarikan diri,” kata Boy Siregar.

Pelaku pernah ditunjang korban

Perbuatan yang dilakukan Ali bukan tanpa sebab. Menurut Boy korban pernah menunjang pelaku. Namun Kapolres AKBP Boy tidak menjelaskan secara rinci kapan peristiwa itu terjadi.

“Motifnya, yang bersangkutan merasa kesal karena pernah ditendang oleh almarhum korban,” ucap Boy Sutan Binanga Siregar.

Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, Ali sering wara wiri di sekitar kota dan malam harinya tidur di emperan ruko. Banyak meyakini ia mengalami gangguan kejiwaan.

Pria berjanggut putih itu diketahui hidup sebatang kara dan berpindah pindah tempat dari emperan toko ke toko lainnya. 

Kehidupan seperti yang dialami Ali jamak ditemui di sudut sudut kota. Mereka kadang sering terabaikan bahkan menerima perlakuan tidak mengenakkan dari warga.

“Pernah lihat sih, kalau gelandangan tidur di emperan toko. Pernah suatu kali ada yang diusir pakai sapu,” ujar seorang Driver Ojol ditemui di sekitar Jalan Sutomo.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban jiwa terjadi di belakang Toko Besi Sama Jaya di Jalan Sutomo No 275 Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Utara,Sabtu (2/10/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban dibawa ke ruang forensik RSUD Djasamen Saragih untuk diotopsi. Sementara pelaku berhasil diamankan polisi dari komplek Sopo Godang Jalan Gereja, Kecamatan Siantar Barat sekitar pukul 12.00 WIB. 

Baca juga: Tidak Ada Tempat Khusus Bagi ODGJ, Bagaimana Nasib Mereka?