Palembang, hetanews.com - Polisi menangkap pria berinisial IA (20) yang diduga menjadi pelaku sodomi santri di salah satu pesantren di Ogan Ilir, Sumatera Selatan. IA merupakan pengasuh sekaligus pengajar di pesantren tersebut.

"Kami kembali mengamankan satu pelaku lagi inisial IA (20). Dia ini seorang pengawas asrama dan pengajar disana," kata Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan di Polda Sumsel, Kamis (30/9/2021).

Wadirreskrimum Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga mengatakan IA diduga telah belasan kali melakukan sodomi terhadap santrinya. Dia menyebut IA juga mengancam korban.

"Usai melakukan hal tersebut korban diancam oleh pelaku. Korban diancam seperti akan dikeluarkan dari ponpes, tidak difasilitasi dan dikucilkan oleh teman-temannya," katanya.

Tulus menyebut IA merupakan tersangka kedua setelah polisi lebih dulu menangkap pria berinisial J terkait kasus sodomi di pesantren yang sama. J dan IA telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Dari tempat yang sama, profesinya sama hanya korban dari pelaku untuk saat ini baru satu," bebernya.

"Pelaku ini melakukan tindak asusila baru Bulan September ini dan saat ini masih satu korbannya, tapi kami masih terus melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi," sambung Tulus.

Dia mengatakan korban telah diberi pendampingan. IA dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. "Untuk pelaku dikenakan Pasal 82 ayat 1, 2, dan 4 jo 76 E UU RI, ancaman hukuman 15 tahun penjara," jelasnya.

IA sendiri membantah melakukan sodomi. Dia mengaku difitnah. "Demi Allah, ini fitnah. Kita lihat saja nanti," kata IA saat dibawa polisi ke tahanan.

Sebelumnya, pengasuh salah satu pondok pesantren di Sumsel, J, lebih dulu ditangkap setelah diduga menyodomi enam santri. Setelah pemeriksaan dilakukan, polisi menyatakan ada 11 santri yang diduga disodomi J.

"Setelah dilakukan penyelidikan, saat ini ada 11 anak yang disodomi tersangka," ucap Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan di Mapolda Sumsel, Palembang, Kamis (16/9).

Hisar menyebut korban pencabulan oleh J yang awalnya enam kini bertambah menjadi 15 orang. Total seluruh korban berjumlah 26 santri. "Hingga kini, kita totalkan ada 26 anak yang menjadi korban. Dan kemungkinan masih bisa bertambah," ujarnya.

sumber: detik.com