Medan, hetanews.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Sumatera Utara (Sumut) Imam Suyudi menyebut satu oknum pegawai di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Tanjung Gusta Medan terbukti melakukan penganiayaan terhadap seorang narapidana (napi).

Kabar napi dianiaya ini sempat viral di media sosial (medsos). "Satu orang pegawai yang terbukti," kata Imam, Jumat (1/10/2021).

Dia mengatakan pegawai tersebut masih menjalani pemeriksaan lanjutan serta pembinaan. Pegawai tersebut telah ditarik ke Kanwil Kemenkumham. "Kami tarik ke kantor wilayah untuk kami lakukan pembinaan," ujarnya.

Dia mengaku telah menginstruksikan seluruh pimpinan lapas untuk lebih optimal dalam memantau keamanan di lingkungan lapas. Selain itu, dia juga meminta jajarannya memberikan sosialisasi kepada para penghuni soal hak dan kewajiban selama berada di lapas.

"Selain melakukan kelengkapan sarana dan prasarana yang sebetulnya tidak maksimal, tapi juga melakukan penguatan kepada pegawai dan penghuni terkait hak-hak. Kalau penghuni berkelakuan baik ada reward dan sebaliknya jika berkelakuan buruk ada punishment," ujarnya pula.

Sebelumnya, penganiayaan terhadap seorang warga binaan di Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan viral di medsos.

Dalam video itu menunjukkan seorang napi menyebut rekannya dipukuli karena tidak memberikan uang kepada petugas sambil memperlihatkan punggung rekannya yang memar karena diduga dianiaya.

Dalam video berdurasi 45 detik terlihat punggung seseorang berwarna kemerahan seperti lebam. Dalam video itu, ada seorang pria yang berbicara. Dia awalnya meminta agar pria yang lebam-lebam itu membuka seluruh bajunya.

Lalu dia menyebut tindakan itu diduga dilakukan oleh pegawai Lapas Kelas I Medan. "Inilah tindakan pegawai Lapas Kelas I Medan. Kami bukan binatang, kami manusia, Pak," ucap pria dalam video itu.

Pria dalam video itu juga menyebut adanya pemerasan di lapas itu. Dia mengaku dimintai uang Rp 30-40 juta.

Dalam video juga disebut aksi kekerasan yang diduga dilakukan petugas lapas. Aksi kekerasan disebut terjadi di dalam sel Lapas Kelas I Medan, Tanjung Gusta.

sumber: detik.com