SIANTAR, HETANEWS.com - Petugas Lapas kelas IIA Pematang Siantar kanwil kemenkumham Sumut kembali melaksanakan kegiatan penggeledahan dan pemeriksaan kamar hunian Warga binaan. Mengantisipasi ataupun mencegah adanya peredaran Narkoba di dalam Lapas.

Penggeledahan dilakukan pada Rabu (29/9) malam sekira pukul 21.00 wib. Di blok Ambarita kamar 19 dan 21, blok AA kamar 05 dan blok SP kamar 01. Salah satunya kamar hunian UH, yang disebut atau diduga sebagai bandar narkoba melalui pemberitaan Bemby.

Setelah pemberitaan tersebut, terjadilah pembakaran, dan UH salah satunya yang menjadi terdakwa dari 6 terdakwa lainnya dalam kasus pembakaran rumah mertua Bemby di jalan Jorlang Hataran.

Ka.KPLP Sahat Bangun, Kasie Binadik Aulia Zulfahmi bersama Kasie administrasi Kamtib Boheira Pardede memimpin kegiatan tersebut dan bersama team satgas petir 3 memeriksa seluruh bagian demi bagian kamar, memeriksa setiap sudut ruangan bahkan ke dalam kamar mandi.

"Hasilnya, petugas hanya menyita 4 buah pisau yang terbuat dari sendok makan, 2 buah gunting, 12 buah mancis (korek gas), 2 unit handphone, 1 set charger dan headset. Dan tidak di temukan Narkoba dan sejenisnya," demikian dikatakan humas Lapas Siantar Daniel Sitindaon kepada wartawan melalui WhatsApp, Kamis (30/9).

Dikatakan Daniel, Kalapas Rudi Fernando Sianturi melalui Kasie Binadik menjelaskan jika pemeriksaan meruoakan upaya serius Kemenkumham dalam hal pencegahan dan pemberantasan dugaan peredaran Narkoba di dalam lapas kelas IIa Pematang Siantar.

"Kita sudah melakukan berbagai upaya dalam penanganan dugaan tersebut, selain meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas WBP maupun kegiatan pemeriksaan dan penggeledahan yang kita laksanakan rutin seperti ini. Kita akan terus berbenah diri dan lebih meningkatkan kewaspadaan dalam melaksanakan tugas dan bagi jajaran petugas baik staf maupun petugas pengamanan agar tidak ada yang bermain-main dan mencoba bekerja sama dengan WBP dalam hal peredaran Narkoba, tidak ada toleransi bagi petugas yang terlibat dan akan kita tindak tegas " katanya.

Kemudian barang-barang yang ditemukan di data untuk dilaporkan dan langsung dimusnahkan dengan cara di bakar, jelas Daniel.