Jerman, hetanews.com - Pemerintah Jerman dan tenaga medis telah menggunakan berbagai macam cara agar warganya tertarik untuk mendapatkan vaksin melawan COVID-19. Ketakutan akan munculnya gelombang virus corona keempat di negara tersebut tengah mengancam kehidupan masyarakat.

Namun seberapa besar pun usaha yang dilakukan, proporsi warga yang sudah mendapatkan vaksin tampaknya mandek pada angka 65 persen dari total populasi. Angka tersebut lebih rendah dari target yang ditetapkan oleh Robert Koch Institute (RKI), badan yang selama ini mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan pandemi COVID-19 di Jerman.

Lalu mengapa masih ada orang Jerman yang tidak mau divaksin?

Sebuah studi terbaru yang dilakukan Universitas Erfurt berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut. Penelitian yang dikenal dengan nama COSMO (COVID-19 Snapshot Monitoring) ini dilakukan bersama dengan RKI dan Pusat Federal untuk Pendidikan Kesehatan Jerman (BZgA).

Para peneliti melakukan survei kepada masyarakat Jerman yang belum mendapatkan vaksin yang berumur antara 18 hingga 74 tahun.

Responden diberikan pertanyaan seputar kepercayaan mereka terhadap vaksin, kepatuhan terhadap peraturan, kendala dan perhitungan untung rugi dalam mendapatkan vaksin, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Hasilnya adalah 75 persen dari total responden tidak ingin mendapatkan vaksin karena percaya bahwa hal tersebut bukanlah yang penting untuk dilakukan. Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan Agustus 2021 di mana hanya 44 persen dari mereka yang belum mendapatkan vaksin percaya bahwa vaksin tidak diperlukan.

Sekitar 72 persen responden menolak vaksin karena percaya bahwa lebih banyak risiko yang didapatkan dibandingkan dengan keuntungannya. Sementara 40 persen responden khawatir akan keamanan vaksin dikarenakan studi yang masih dianggap kurang banyak dan dalam, ketidakpastian pemberitaan di media, dan efek samping yang belum diketahui.

Yang terakhir, 35 persen responden belum mendapatkan vaksin karena aktivitas yang padat dan tidak memiliki waktu luang.

RKI menargetkan 85 persen warga Jerman yang berumur 18 hingga 59 tahun untuk mendapatkan vaksin dan 90 persen bagi mereka yang berumur 60 tahun ke atas.

sumber: kumparan.com