SIANTAR, HETANEWS.com - Jaksa Selamat Riyadi Damanik SH telah mendakwa FHR als Erik dan Dharma Pardamean Sinaga warga jalan Sibatu Batu Kelurahan Bah Kapul Siantar Sitalasari dalam kasus narkotika jenis sabu. Persidangan sudah digelar dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Selasa (28/9).

Erik dan temannya Dharma telah didakwa jaksa melanggar pasal 112 (1) Jo pasal 132 atau pasal 127 (1) UU RI No 35/2009 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Dengan barang bukti yang disita berupa bong lengkap dengan kaca pirex yang sudah dibakar berisi sisa sabu, uang 50 ribu, mancis, 3 plastik klip kosong, jarum sumbu, gunting dan timbangan.

Menurut Harfin Siagian SH, mengapa jaksa tidak mencantumkan pasal 114 terkait kasus tersebut? Padahal ada timbangan digital. 

"Di awal penyidikan ada mencantumkan pasal 114, setelah dipersidangan hanya pasal 112 dan pasal 127 saja," kata Harfin kepada wartawan di Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (29/9).

Ketua LBH Perjuangan Keadilan (PK) merasa heran, jika tidak ada hubungannya timbangan digital dalam perkara tersebut mengapa harus dijadikan barang bukti?, tanyanya heran.

"Seperti yang kita lihat dari beberapa kasus narkotika, membeli narkotika lalu digunakan, jaksa mencantumkan pasal 114," ungkapnya.

Lebih ironis lagi, pertanyaan jaksa langsung mengarahkan sebagai pengguna, katanya sambil tersenyum.

Sebelumnya, disebutkan dalam dakwaan JPU Selamat Riyadi Damanik, terdakwa Erik mendatangi Dharma di kiosnya di jalan Sibatu Batu pada Sabtu, 19 Juni 2021. Lalu mengajak "ayok CK, pompa (maksudnya nyabu), lemas kali badan aku," kata Erik.

Keduanya pun patungan, masing masing Rp 50 ribu beli sabu dari Andika di segitiga USI. Kemudian sabu dipakai dan ditangkap petugas saat lagi menikmati sabu secara bergantian. 

Sebelumnya, Dharma merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama. Ia divonis 5 tahun denda 1 milyar subsider 3 bulan pada tahun 2016 di Pengadilan Negeri Pematangsiantar. 

Vonis hakim labuh ringan dari tuntutan jaksa Ana Lusiana yaitu 6 tahun denda 1 Milyar subsider 6 bulan penjara. Terdakwa terbukti mengedarkan sabu 4 gram dan ganja 7,47 gram. Dipersalahkan melanggar pasal 114 (1) UU RI No.35/2009 tentang peredaran narkotika. Barang bukti yang 18 juta dirampas untuk negara.