TEBINGTINGGI, Hetanews.com - Inti Kota merupakan wajah atau cerminan dari Kota tersebut, sebab dengan melihat inti kota saja secara garis besar dapat disimpulkan bagaimana keadaan yang sedang kita kunjungi, bukan berarti kemacetan merupakan sebuah hal yang tabu, kemacetan juga merupakan suatu tanda bahwa Kota tersebut menuju sebuah kemajuan, namun hal ini bukan sebuah alasan kemacetan bukan tidak memiliki solusi.

Seperti yang terjadi di Inti Kota Tebing Tinggi yang berada di Jalan K.H.Ahmad Dahlan dan Jalan Iskandar Muda dan Jalan MT Haryono, ketiga tempat ini merupakan pusat kemacetan di Kota Tebing Tinggi, berbagai penyebab kemacetan tampak terlihat ketika hetanews berkunjung ke tempat tersebut, dan salah satu penyebab terbesarnya adalah Bahu jalan dipakai sebagai tempat berjualan sehingga menganggu pengguna jalan.

Padahal kalau ditelisik dari Perda Nomor 5 Tahun 1991 dan Undang-undang Lalu Lintas dan angkutan jalan tentu hal tersebut melanggar, tentu ini bukan sepenuhnya kesalahan dari pedagang, ketersediaan tempat bisa menjadi salah satu penyebab yang akhirnya pedagang memilih untuk berjualan dibahu jalan, atau bisa saja ada alasan lainnya yang membuat pedagang juga harus memakai bahu jalan sebagai tempat berjualan.

Selayaknya Pemko Tebing Tinggi sudah mencari solusi terkait hal ini, jika dilakukan penggusuran tentu bukan juga sebagai solusi, karena apa yang dilakukan pedagang semata-mata hanya untuk mencari sesuap nasi. Mungkin penataan, penyediaan tempat atau solusi lainnya terlebih dahulu dilakukan sebelum tindakan prefentif seperti menggusur dilakukan oleh Pemko, hal ini seperti diutarakan oleh salah seorang warga.

" Harus Pemko jangan melakukan pembiaran, sebaiknya sebelum menjamur lebih luas Pemko sudah membuat solusi, apakah dengan penataan ulang atau menyediakan tempat-tempat baru bagi pedagang, karena prinsipnya kemacetan itu adalah bukti bahwa sebuah Kota maju, tetapi tidak juga kemajuan itu dijadikan alasan membiarkan kesemrawutan, " ujar Kartika warga Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir.