SIANTAR, hetanews.com - Bantahan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kepolisian dari tersangka pembakaran rumah wartawan beberapa waktu lalu yang saat ini tengah melangsungkan sidang, sah di mata hukum, namun harus dengan alasan yang logis dan sesuai keputusan hakim.Pada sidang lanjutan Senin (27/9/2021) lalu, tersangka RPS dan LAH membantah beberapa poin yang ada di BAP.

Dalam Pasal 189 ayat (1) KUHP dijelaskan keterangan terdakwa adalah apa yang terdakwa nyatakan di sidang tentang perbuatan yang dilakukan atau yang ia ketahui sendiri atau ia alami sendiri.

Menurut Kriminolog UMSU, Redianto Sidi pembantahan BAP yang dilakukan tersangka tersebut sah-sah saja asalkan dengan alasan yang logis.

"Pada prinsipnya pencabutan keterangan terdakwa dalam persidangan boleh dilakukan oleh terdakwa, dengan syarat pencabutan dilakukan selama pemeriksaan persidangan pengadilan berlangsung dan harus disertai dengan alasan yang mendasar dan logis," paparnya melalui Whatsapp pada Rabu (28/9/2021).

Lanjutnya lagi, alasan yang mendasar dan logis tersebut mengandung arti bahwa alasan yang menjadi dasar pencabutan tersebut harus dapat dibuktikan kebenarannya dan diperkuat atau didukung oleh bukti-bukti lain yang menunjukkan bahwa alasanpencabutan tersebut benar dan dapat dibuktikan oleh hakim.

"Tergantung kepada penerimaan oleh Hakim, tentu pilihannya keterangan mana yg dipakai terdakwa," tambah Redianto.

Sementara di sisi lain, Kapolres Siantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar dikonfirmasi tim hetanews melempar hal tersebut sepenuhnya ke kejaksaan.

"Itu kejaksaan yang lebih tau," ucapnya singkat.

Di pemberitaan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Selamat Riyadi Damanik akan menghadirkan saksi penyidik untuk sidang selanjutnya yang akan dilakukan Senin mendatang.