Medan, hetanews.com - Pria di Medan bernama Putra Nakula ditangkap polisi pada Minggu (26/9). Dia ditangkap usai membunuh pacarnya bernama Syabila Nur Rohima dengan cara menyiramkan air keras.

Putra mengaku nekat menganiaya korban karena cemburu. Ia menduga korban selingkuh. “Cemburu,” ujar Putra saat ditanya wartawan di Mapolsek Delitua, Senin (27/9).

Namun dia mengatakan sama sekali tidak ada niat untuk membunuh korban. Dia hanya ingin memberi pelajaran saja. “Sebelumnya tidak ada niatan, karena saya tahu itu saya bawa untuk mencelakai dia doang, enggak ada niat membunuh,” ujar Putra.

Setelah korban meninggal, Putra kini mengaku menyesal.

Sementara Kapolsek Deli Tua, AKP Zulkifli, mengatakan tersangka bisa dikenakan pasal berlapis. “Dia bisa dikenakan Undang-undang perlindungan anak. Pasal pembunuhan 338 dan 340. (Hukumannya) di atas 10 tahun,” ujar Zulkifli.

Pengakuan Pria di Medan Usai Bunuh Pacarnya Pakai Air Keras: Hanya Niat Melukai (1)
Ilustrasi air keras Foto: flickr

Sebelumnya, dari informasi yang dihimpun, pria 25 tahun itu sudah berencana melukai Syabila. Musababnya dia menduga pacarnya berselingkuh.

Pada Sabtu (25/9) sekitar pukul 21.00 WIB, Putra sudah menyiapkan air keras. Zat kimia itu dimasukkan ke dalam plastik dan digantung di dekat radiator sepeda motornya.

Kemudian pukul 21.22 WIB dia menjemput korban di rumahnya di Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia. Mereka merupakan tetangga. Setibanya di rumah Syabila, Putra mengajaknya jalan-jalan.

Akhirnya di Jalan Stasiun, Kecamatan Medan Johor, tepatnya di Kuburan Cina, pada Minggu (26/9) dini hari, Putra memberhentikan kendaraannya.

Pengakuan Pria di Medan Usai Bunuh Pacarnya Pakai Air Keras: Hanya Niat Melukai (2)
Wanita di Kota Medan yang disirami air keras oleh pacarnya.

Dia mengatakan ban sepeda motornya kurang angin, dia lalu pura-pura mengecek ban tersebut. Putra mengambil air keras yang telah disiapkannya, lalu menyiramkan ke tubuh Syabila. Korban langsung menjerit kesakitan lalu pingsan.

Korban sempat dibawa ke Klinik Bina di Jalan Cinta Karya. Karena tidak mampu menanganinya, Syabila dirujuk ke RSU Mitra Sejati. Namun tak berselang lama, korban dinyatakan meninggal dunia.

sumber: kumparan.com