SIMALUNGUN, Hetanews.com - Maslon Pandapotan Sinaga ala Maslon (38) dihukum 2 tahun dan Reno Sinaga divonis 1 tahun. Karena terbukti melakukan pengeroyokan terhadap saksi korban Jefrianto Tarigan.

Kedua terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 170 ayat (2) ke-1 KUH Pidana. Putusan hakim dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Simalungun yang digelar secara virtual, Selasa (28/9).

Menurut hakim Roziyanti, Yudi Dharma dan Roria Sormin, para terdakwa terbukti melakukan penganiayaan pada Jumat (28 Mei 2021) di warung tuak di kampungnya Huta Batu VII Nagori Dolok Hataran Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

Putusan hakim tersebut, konform (sama) dengan tuntutan jaksa Juna Karokaro SH. Bermula, terdakwa Maslon dan Reno datang ke warung tuak hingga mabuk dan membuat keonaran. Sehingga membuat pengunjung lainnya tidak nyaman dan merasa terganggu. Sehingga orang orang yang ada di warung menyuruh terdakwa Maslon pulang saja.

Saksi korban Jefrianto Tarigan yang masih mempunyai hubungan saudara mendatangi terdakwa. Sambil merangkul dan mengajak terdakwa pulang.

Tapi terdakwa marah dan langsung mengeluarkan gunting dari sakunya dan menusuk ke bagian paha korban. Hingga korban berusaha melawan. Melihat perkelahian tersebut, terdakwa Reno turut memukuli korban. Hingga akhirnya dilerai oleh pengunjung kedai tuak yang ada di lokasi kejadian.

Akibatnya, sesuai Visum dokter Nomor : 160/PUSK BA/VI/2021 yang dibuat dokter Roni Monica Purba. Korban mengalami luka robek pada bagian kaki kanan.

Atas putusan hakim, kedua terdakwa menyatakan menerima. Persidangan divantu panitera Jonni Sidabutar SH dinyatakan selesai dan ditutup.