SIANTAR, hetanews.com - Dalam Sidang lanjutan Kasus Pembakaran rumah salah seorang wartawan, Senin (27/09/2021) ke-5 Tersangka memiliki kesaksian berbeda dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kepolisian, akhirnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) memutuskan akan menghadirkan Saksi Verbal yakni Saksi yang berasal dari penyidik Kepolisian.

Baca juga: UH Dijemput dari Kediamannya, Polisi Belum Beri Penjelasan

Dalam Sidang pelaku berinisal RPS mengaku jika uang RP 5 Juta merupakan uang Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan mengaku dirinya sebagai bendahara LPM mempunyai inisiatif sendiri untuk membayar orang guna memberi pelajaran kepada Bamby. Padahal sebelumnya dalam BAP uang Rp 5 juta sebagai upah orang yang membakar rumah berasal dari UH.

Baca juga: Masih Menjadi Misteri Hingga Kini, Polres Siantar Masih Bungkam Terhadap Penangkapan UH

Juga terkait uang yang 10 juta, sebagai tali asih dari Umar kepada Bemby melalui salah seorang perantara berasal dari ibunya UH. RPS juga membantah jika dirinya bekerja sebagai bendahara dalam bisnis narkoba UH (salah satu poin dalam BAP).

Baca juga: UH Buat Perdamaian Agar Namanya Tak Disebut-sebut Dalam Kasus Pembakaran Rumah Wartawan

Dijelaskan saksi mahkota,  jika Umar tidak mengetahui rencana pembakaran. Karena RPS yang menyuruh MJS mencari orang untuk memberi pelajaran kepada Bemby.

Baca juga: Persidangan Pembakaran Rumah Berlanjut, Saksi Dari Pemilik Sepeda Motor Sampai Petugas Hotel

RPS yang awalnya disebut sebagai bendahara UH juga membantah, jika dirinya adalah bendahara LPM dan sebagai sepupu Umar. LAH ikut membela UH karena teman sejak kecil dan bukan humas bandar narkoba.

Baca juga: Tak Terima Diberitakan, UH Ancam dan Bakar Rumah Wartawan

RPS dan LAH marah sama Bemby karena pemberitaan yang tidak benar dan sering meminta uang, namun mereka mengaku jika dulunya UH bandar narkoba.

"Namun sekarang tidak lagi,"kata RPS.

Baca juga: 5 Tersangka Pembakaran Rumah Wartawan Berkasnya Berbeda-Beda, UH Jadi Otak Pelaku

Dengan keterangan tersebut, JPU Selamat Riyadi Damanik SH akan menghadirkan saksi verbalisan (saksi penyidik). Untuk memberi kesempatan jaksa, persidangan akan dilanjutkan pada Senin mendatang,kata majelis hakim diketuai Irwansyah P.Sitorus SH.