SIANTAR, hetanews.com - Pengadilan Negri (PN) Siantar hari ini, Senin (27/09/2021) melanjutkan persidangan kasus pembakaran rumah salah seorang jurnalis, dengan agenda "Saksi Mahkota" atau saling memberikan kesaksian, ada yang unik dalam agenda tersebut, seluruh tersangka membantah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kepolisian bahkan cenderung membela UH yang diduga merupakan otak pelaku pembakaran tersebut.

Berbeda versi dan berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar S.I.K, pada konferensi pers beberapa waktu lalu terkait  Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Media Online Bamby Lubis yang terjadi pada hari Sabtu 29 Mei 2021. Konferensi pers saat itu didampingi Kanit 1 Jahtanras Ipda Moses Butar Butar dan Kanit Ekonomi Aipda Bolon Situngkir, bertempat di ruang lobby Mapolresta Siantar, Rabu (28/07/2021) lalu.

Baca juga: UH Dijemput dari Kediamannya, Polisi Belum Beri Penjelasan

Masih ada dalam catatan hetanews, Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar,SIK mengungkapkan ke 6 (Enam) orang Tersangka yang tertangkap itu adalah LAH , RPS keduanya warga Jalan Tanah Jawa Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, sedangkan MJS, MS , FA , ketiganya warga Jalan Medan, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba serta UH warga Jalan Tanah Jawa, Gg Puri, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, sebagai dalang dari pembakaran.

Baca juga: Masih Menjadi Misteri Hingga Kini, Polres Siantar Masih Bungkam Terhadap Penangkapan UH

Kapolres mengatakan para tersangka mulai merencanakan pembakaran rumah korban pada hari Kamis (27/5) lalu sekira jam 17.15 Wib, tersangka Rony Paty Syahrani bersama dengan Muhammad Juanda Saragih, Lulus Akbar Harahap, Umar Harahap, Noni, Dinda, May ngumpul dikamar Nomor 129 Siantar Hotel.

Baca juga: Persidangan Pembakaran Rumah Berlanjut, Saksi Dari Pemilik Sepeda Motor Sampai Petugas Hotel

"Dalam kamar tersebut Umar Harahap mengatakan kepada teman temannya supaya memukuli Bamby "Kalian pukuli Bamby” Dengan menjanjikan bayaran uang senilai Rp 5 juta.", ujar Kapolres menirukan kesaksian para tersangka.Awalnya UH Disebut Bandar Narkoba Tapi Sudah Tidak Lagi Sejak Diberitakan.

Baca juga: Bakar Rumah Warga di Jalan Jorlang Hataran Siantar, 6 Orang Pria Diancam 15 Tahun Penjara

Anehnya kedua tersangka yang berhubungan langsung dengan UH juga RPS dan LAH membantah seluruhnya BAP, dengan mereka menyebutkan jika UH tidak mengetahui pembakaran tersebut, dan uang yang dipakai untuk melakukan pembakaran dibantah oleh mereka jika berasal dari UH, bahkan uang tali asih yang diberikan kepada Bemby juga dibantah mereka berasal dari UH,

Baca juga: UH Buat Perdamaian Agar Namanya Tak Disebut-sebut Dalam Kasus Pembakaran Rumah Wartawan