SIANTAR, hetanews.com - Persidangan terhadap pemabakaran rumah salah seorang wartawan saat ini masih terus bergulir di Kejaksaan Negri (Kejari) Siantar, dan ke lima tersangka ternyata memiliki berkas yang berbeda-beda sesuai dengan peran masing-masing tersangka dalam kasus tersebut.

Ditemui hetanews di Kejari Siantar, Jumat (24/09/2021) Kasipidum Siantar Edy Syahjuri Tarigan SH menyebutkan jika ke lima tersangka memiliki berkas yang berbeda-beda.

"iya berbeda-beda tergantung perannya masing-masing,"sebutnya.

Ditanya apa status UH dalam proses persidangan tersebut, Edy menuturkan jika UH adalah sebagai otak pelaku.

"Kalau dalam bahasa hukumnya dia (UH) lah sebagai otak pelaku,"ucapnya.

Ditanya apakah ke 5 tersangka nantinya akan mendapatkan hukuman yang berbeda-beda?,Edy membenarkan hal tersebut.

"nanti kita lihatlah fakta persidangannya, nanti situ ketahuan kan, siapa berbuat apa, kan belum selesai juga nih sidangnya," ucapnya.

Dilanjutkan oleh Edy minggu depan agenda persidangan adalah Saksi Mahkota.

"Artinya nanti mereka saling menyaksikan mereka (Tersangka) karena berbagi-bagi peran mereka,"ucapnya.

Ditanya lebih jauh, kasus tersebut bermula terkait pemberitaan soal peredaran Narkoba di Kota Siantar, apakah hal tersebut nantinya tidak menjadi bahan pemeriksaan dari Kejaksaan?, Edy menyebutkan bahwa saat ini mereka hanya menyidangkan persoalan pembakaran rumah saja.

"kita engga tau itu (Soal Peredaran Narkoba), artinyakan yang kita tangani sekarang adalah kasus pembakaran, kalau mengenai narkobanya kita belum tau, karena belum ada SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyedikan)  soal itu,"ucapnya.