SIANTAR, HETANEWS.com - KS (33) disebut sebut sebagai menantu dari FS oknum anggota DPRD Kota Pematangsiantar. Status tahanannya dipindahkan dari Mapolres Siantar ke Lapas Klas IIA Siantar, pasca dilakukan tahap 2, Jumat (24/9) di kantor Kejari Pematangsiantar.

Kajari melalui Kasi Intel Rendra Yoki Pardede SH MH bersama Kasi Pidum Edi Tarigan SH membenarkan jika berkas KS (33) warga jalan Pesantren Gang Prima Kelurahan Pondok Sayur Siantar Martoba sudah dinyatakan lengkap. Sehingga dilakukan tahap 2, yakni penyerahan Tersangka dan barang bukti oleh penyidik Polres ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.

Setidaknya 2 mobil mewah turut diserahkan sebagai barang bukti dalam kasus tersebut. Untuk saat ini, tersangka dijerat dengan pasal 378 ataupun pasal 372 KUH Pidana tentang penggelapan atau penipuan.

"Benar hari ini dilakukan tahap 2, penyerahan Tersangka dan barang bukti. Selanjutnya KS akan dititipkan di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar," jelas Pardede.

Untuk selanjutnya dalam tempo lebih kurang 20 hari, tim jaksa Selamat Riyadi Damanik akan melimpahkan berkasnya ke Pengadilan untuk segera disidangkan. 

Secara singkat dijelaskan Rendra kronologi atau perbuatan yang dilakukan tersangka. Pada tahun 2017 Tersangka KS menikah dengan anaknya. 

Tersangka yang lulusan sarjana teknik tersebut mengaku tidak punya pekerjaan tapi main di trading saham. Setelah dijelaskan apa dan bagaiman jenis usaha tersebut, Ferry Sinamo merasa tergiur dan ikut bergabung.

Dengan tipu muslihat atau bujuk rayu, tersangka menjelaskan jika main trading saham banyak keuntungannya dengan bunga 10 hingga 12 persen setiap bulan. Modal juga dapat ditarik kapan saja atau selambatnya 3 hari setelah permohonan penarikan.

Sehingga pada Mei 2017, Ferry Sinamo menanamkan modalnya sebanyak 1 Milyar, dan pada Juni 2017 mendapatkan keuntungan 120 juta per bulan. 

Sehingga Ferry Sinamo merekrut kerabat, kolega, rekan bisnis untuk bergabung dalam trading saham tersebut. Total uang yang disetorkan dari tahun 2017 hingga 2020 senilai Rp.63.865.000.000.

Lebih lanjut dijelaskan Rendra, jika dalam kasus ini FS bisa saja turut menjadi tersangka dalam berkas terpisah. Setidaknya, sebanyak 127 korban sudah melaporkan FS ke Polisi terkait dugaan penipuan trading saham tersebut.

Kejakasaan Negeri Pematangsiantar juga telah menerima SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan) atas nama FS.

"Kita sudah menerima SPDP nya, dan sudah menentukan Jaksa Rahmah Hayati Sinaga SH yang akan menangani perkara tersebut," kata Rendra lagi.