SIANTAR, HETANEWS.com - Pelanggar protokoler kesehatan [Prokes] disidangkan dalam tindak pidana ringan. Persidangan dipimpin Hakim tunggal Rahmat Hasibuan, SH di Pengadilan Negeri Siantar, Kamis (23/9/2021).

Pemilik usaha cafe, toko hingga Lapo Tuak disidangkan karena kasus pelanggaran prokes, membuka usaha lewat jam yang telah ditentukan. Pengusaha dihukum denda dan kurungan secara bervariasi oleh hakim.

Humas PN Siantar, Rahmat Hasibuan SH dikonfirmasi Jumat (24/9/2021) mengatalam terdapat 18 pengusaha yang disidangkan.

Adapun diantaranya, Resto Adamalika di Jalan H Adam Malik didenda Rp 250 ribu dengan kurungan 3 hari (masa percobaan 14 hari), Lims Cafe di jalan MH Sitorus didenda Rp.400 ribu kurungan 3 hari (masa percobaan 14 hari).

Kemudian, cafe di Tanjung Pinggir, Cafe Indah, Lapo Tuak Putri, Lapo Tuak K Siahaan, Lapo Tuak Tambunan, Lapo Tuak Hokky, Lapo Tuak Nande Biring, Lapo Tuak Inul, Cafe Sagna Dewi, rata rata dihukum sama denda Rp 250 ribu, kurungan 3 hari (percobaan 14 hari).

Cafe Kisah Kita di Jalan Seram Atas,Cafe Koi dan Chicken di jalan Pangururan, termasuk 21 orang pengunjungnya diswab,1 dinyatakan negatif dan langsung dibawa ke Isoter.

Cafe Muel jalan Manunggal, Cafe Rasa Sayang jalan Ahmad Yani, Warung Artex di jalan Simarito. Juga Toko ponsel Erafone, dimana karyawannya melebihi jumlah maksimal selama PPKM level 3 di Siantar.

Sebahagian yang menjadi terdakwa dalam persidangan bukanlah pemilik tempat usaha tapi penanggungjawab. Salah seorang penanggung jawab bernama Siska mengaku jika owner sedang ada urusan.

Bagi pemilik cafe atau penanggungjawab yang tidak hadir, maka putusan dibacakan dengan in absentia (putusan tanpa dihadiri terdakwa).

Pelanggar prokers dikenakan pasal 13 Perda Provinsi Sumatera Utara No 1 tahun 2021 dan walikota No 5 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3.

Baca juga: huget Pesta Depan Rumah di Siatas Barita Dibubarkan Tim Satgas