SIANTAR, HETANEWS.com - Penyidik dari unit Reskrim Polres Siantar telah melengkapi berkas perkara menantu anggota DPRD Siantar Ferry SP Sinamo, Kristoper Simanjuntak [KS].

Penyidik juga melengkapi petunjuk yang dilayangkan oleh Kejaksaan Negeri [Kejari] Siantar. 

"Petunjuk Jaksa pada P-19 sudah dipenuhi penyidik dan sudah dikembalikan kepada kami," kata Kasi Pidum Edi Tarigan kepada Hetanews, Kamis (23/9/2021).

Ia mengatakan, sebelumnya ada berkas yang kurang lengkap yang harus dipenuhi. Kasus ini pun mengarah kepada tersangka lain selain tersangka utama KS.

Kasi Intel Rendra Yoki Pardede menjelaskan,  KS  diduga melakukan penipuan trading saham senilai  Rp 63.865.000.000 Miliar. 

Dugaan penipuan itu dilaporkan mertuanya Ferry SP Sinamo. KS dijerat dengan pasal 378 ataupun pasal 372 KUHP tentang penggelapan/penipuan.

Yoki menjelaskan, Ferry SP Sinamo tergiur dengan bisnis trading saham yang ditawarkan KS dengan imbalan keuntungan 12 persen dari modal setiap bulannya.

Setoran awal diserahkan politisi PDIP itusebesar Rp 1 Miliar. Kemudian Ferry berlanjut menyetor Rp 2,6 Miliar, Rp.16,8 Miliar, Rp 34,8 Miliar dan Rp. 8,6 Miliar. Total uang yang sudah diterima KS dari Ferry mencapai Rp 63,8 Miliar. 

Sementara sejak Desember 2020 hingga 2021, Ferry Sinamo tidak ada lagi menerima keuntungan. Ia pun memutuskan untuk melaporkan menantunya ke Polisi.

Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto melalui KBO Sat Reskrim Iptu Sutari, membenarkan tersangkanya KS telah diperiksa sejak Selasa 27 Juli 2021 dan dilakukan penahanan.

Ferry Dipolisikan

Dilain sisi, Ferry Sinamo dilaporkan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan ke Polres Siantar oleh pelapor, Tienny Sulastri Sitohang dan Rugun. Keduanya mengalami kerugian Rp 500 Juta dan  Rp 400 juta. 

Kuasa hukum pelapor, Martin Onruso Simanjuntak SH, mengatakan ihwal pelaporan karena kedua kliennya ikut berinvestasi saham yang ditawarkan Ferry. 

“Laporan yang kita layangkan ke Polres Siantar, diawali ibu Tienny Sulastri Sitohang dan Rugun diajak oleh Ferry SP Sinamo untuk memasukkan uangnya yang dijadikan modal usaha berbentuk saham dan dijanjikan akan menerima keuntungan 5 persen perbulan,” kata Martin saat gelar Konferensi Pers beberapa waktu lalu.

Awalnya keuntungan dari saham itu masih diterima kedua kliennya. Hanya saja awal tahun 2021, keuntungan 5 persen tersebut sudah tidak lagi diterima kliennya.

Korban yang sama makin berani membuat laporan polisi. Martin mengatakan ada korban lain yang resmi melaporkan kejadian itu ke polisi. Jumlah kerugian materi dari laporan tersebut senilai Rp 750 Juta.

"Jadi sudah ada 5 korban yang melaporkan FS, dalam laporan terpisah," kata Martin diwawancarai di tempat berbeda.

Menurut Martin, tidak ada sama sekali hubungan kasus yang dilaporkan kliennya terhadap laporan Ferry Sinamo atas kasus bisnis trading saham senilai Rp 63,8 Miliar yang menyeret KS.

Martin menjelaskan, kliennya tidak pernah diberitahu jika uang tersebut akan diteruskan atau dikelola KS. 

"Karena klien kami membuat perjanjian dengan Ferry Sinamo dan menyetorkan sejumlah uangn kepadanya [Ferry Sinamo]," jelas Martin.

Gugatan di Pengadilan

Pengacara Binaris Situmorang SH berpandangan, terlapor dalam kasus investasi saham ini bakal ditetapkan sebagai tersangka. 

"Hari ini, beberapa klien saya yang menjadi korban sedang dimintai keterangan,"kata Binaris ditemui, Kamis (23/9) sore.

Meski demikian, Binaris tetap menghormati proses hukum yang berlangsung. Agar korban investasi saham diduga bodong mendapatkan keadilan sesuai haknya. 

Selain laporan polisi, korban kasus investasi saham ini juga menempuh gugatan di Pengadilan negeri Siantar. 

Gugatan wanprestasi yang dilayangkan 7 penggugat terhadap tergugat  Ferry SP Sinamo berakhir dengan putusan masing masing hakim.

Perkara yang teregister dalam No.8 s/d 14/Pdt.G.S/2021/PN Pms, keseluruhan gugatan para penggugat dikabulkan hakim. Sehingga total yang harus dibayarkan oleh tergugat Ferry SP Sinamo sebesar Rp 1,6 Milyar. 

"Benar, semua gugatan kita dikabulkan. Sehingga total yang harus dibayarkan Ferry SP Sinamo senilai lebih kurang Rp 1,6 miliar," kata Binaris

Ia mengatakan para penggugat akan mencari tahu harta tergugat guna dilakukan sita jaminan. "Kita akan mencari tahu harta benda tergugat agar berlaku sita jaminan," jelas Binaris.

Adapun orang orang yang melayangkan gugatan kasus ini ialah Leonardo Hasudungan Simanjuntak [eks pejabat Pemko Siantar], Tienny Sulastri Sitohang, Lerisma Sihotang, Diana Tarihoran, Rugun, Juniar Hutapea dan Anggota DPRD Siantar Komisi II Suandi Sinaga. 

Baca juga: Putusan Hakim: Ferry Sinamo Bayar Rp 1,6 Miliar, Berlaku Sita Jaminan