SIANTAR, HETANEWS.com - Sidang gugatan wanprestasi yang dilayangkan 7 penggugat terhadap tergugat Anggota DPRD Siantar, Ferry SP Sinamo, di Pengadilan Negeri Siantar berakhir dengan putusan masing masing hakim.

Perkara yang teregister dalam No.8 s/d 14/Pdt.G.S/2021/PN Pms, keseluruhan gugatan para penggugat dikabulkan hakim. Sehingga total yang harus dibayarkan oleh tergugat Ferry SP Sinamo sebesar Rp 1,6 Milyar. 

"Benar, semua gugatan kita dikabulkan. Sehingga total yang harus dibayarkan Ferry SP Sinamo senilai lebih kurang Rp 1,6 miliar," kata kuasa hukum Penggugat Binaris Situmorang SH kepada hetanews.com, Kamis (23/9/2021) di Pengadilan Negeri Siantar.

Atas putusan tersebut, Tergugat Ferry Sinamo telah mengajukan keberatan, sebab dalam proses gugatan wanprestasi tidak ada banding atau kasasi.

Lanjut Binaris, para penggugat akan mencari tahu harta tergugat guna dilakukan sita jaminan. "Kita akan mencari tahu harta benda tergugat agar berlaku sita jaminan," jelas Binaris.

Adapun dalil putusan hakim antara lain, menghukum tergugat untuk mengembalikan uang penggugat secara tunai, kontan dan sekaligus.

Kemudian mengabulkan sebagian gugatan penggugat dan menyatakan surat perjanjian penitipan modal usaha dan surat perjanjian modal usaha jenis saham (trading) adalah sah menurut hukum dan batal karena tergugat Ferry Sinamo ingkar janji (wanprestasi).

Selanjutnya, menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang diletakkan atas harta benda kekayaan tergugat, baik yang bergerak maupun tidak bergerak. Putusan tersebut serta merta walaupun ada perlawanan atau keberatan.

Baca juga: Soal Dugaan Investasi Bodong, Ferry Sinamo Di Polisikan

Baca juga: Korban Penipuan Saham Bertambah, Martin SH Sebut Kliennya Setor Ke Oknum DPRD Siantar FS

Investasi

Diketahui, 7 orang penggugat ialah Leonardo Hasudungan Simanjuntak [eks pejabat Pemko Siantar], Tienny Sulastri Sitohang, Lerisma Sihotang, Diana Tarihoran, Rugun, Juniar Hutapea dan Anggota DPRD Siantar Suandi Apohan Sinaga. 

Kasus ini bermula dari investasi saham yang dikelola oleh Ferry SP Sinamo. Para penggugat menyerahkan sejumlah uang dengan kesepakatan investor menerima 5 persen keuntungan dari uang yang telah diinvestasi.

Pada tahun 2020, pembagian keuntungan dari saham itu masih lancar. Berlanjut pada Januari 2021, keuntungan 5 persen tersebut sudah tidak lagi. Uang pun tak kunjung dikembalikan.

Selain gugatan di PN Siantar, ada beberapa korban memutuskan melapor Ferry Sinamo terkait kasus pidana penipuan dan penggelapan ke Polres Siantar. Adapun pelapor inisial JH, DT dan LS. Ketiga korban tersebut resmi membuat laporan pengaduan dengan kerugian lebih kurang Rp 750 Juta.

Sebelumnya, korban Tienny Sulastri Sitohang dan Rugun yang mengalami kerugian Rp.900 Juta telah melaporkan FS.

Laporkan menantu

Dilain sisi, Ferry melaporkan menantunya Kristofer Simanjuntak (34) kasus penipuan bisnis trading saham dengan kerugian senilai Rp 63,865 Miliar

Laporan itu ditindaklanjuti oleh Polisi satuan reserse kriminal [Reskrim] Polres Siantar. Polisi menahan Kristofer setelah dilaporkan pelapor yang tak lain mertuanya sendiri. 

Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto melalui KBO Sat Reskrim Iptu Sutari, membenarkan tersangkanya KS telah diperiksa sejak Selasa 27 Juli 2021.

Baca juga: Mengaku Terhipnotis, Menantu Ferry Sinamo Akhirnya Ditahan