SIANTAR, HETANEWS.com - Direktur utama [Dirut] Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya [PD PHJ], Bambang Kuncono Wahono resmi mengundurkan diri dari jabatannya. 

Pengunduran diri Bambang berujung penghunjukan pelaksana tugas [Plt] yang disetujui oleh Walikota Siantar Hefriansyah.

Kini Bambang digantikan oleh Toga Sehat Sihite. Toga menjabat sebagai Pelaksana tugas [Plt] Dirut, sekaligus Direktur Keuangan [Dirkeu] PD PHJ. 

Tak sendiri, Toga dibantu Imran Simanjuntak yang menjabat Direktur SDM [Sumber Daya Manusia]. 

Keduanya bersama Ketua Badan Pengawas, Junaidi Sitanggang, memenuhi undangan rapat dengan mitra kerja  Anggota DPRD Komisi II di perkantoran DPRD Siantar, Jalan Adam Malik, Kamis (23/9/2021). 

Baca juga: Siantar Kini, WC Umum Di Tengah Kota Dan Tumpukan Sampah

Utang rekening air

Seiring berjalannya rapat, terungkap perusahaan tersebut memiliki utang berupa tunggakan pembayaran rekening air ke PDAM Tirta Uli senilai Rp 342 Juta. 

Rekening air yang belum dibayarkan terhitung sejak tahun 2015. Pihak perusahaan, kata Toga Sihite,  berupaya membayar utang dengan cara mencicil.

"Kita juga sudah bertemu dengan kejaksaan sebagai mediator dan kita sudah sepakati akan kita bayar dengan cara mencicil. Kita tinggal menunggu poin-poinnya karena lagi dibuat oleh kejaksaan, "ucapnya.

Dalam rapat rapat sebelumnya, utang tersebut tak pernah diungkap. Padahal nominalnya cukup besar. 

Pada rapat  Jumat 16 Juli 2021 yang lalu, Komisi II DPRD Siantar sempat menolak melanjutkan rapat setelah mengetahui rencana strategis atau Renstra PDPHJ periode 2019-2024 belum disetujui oleh Wali Kota.

Gaji pegawai dan SDM

Pada kesempatan yang sama, Toga Sehat Sihite menyebut pendapatan perusahaan tidak mampu lagi membayar gaji karyawan yang jumlahnya begitu besar dibanding pendapatan perusahaan. 

Kata dia, sebelumnya karyawan berjumlah 350 orang dan sisanya 279 orang.

Masih kata Toga, SDM di perusahaan tak mampu dipacu untuk menggali potensi keuangan perusahaan. 

“Ini harus saya ungkapkan, mohon maaf ya, salah satu kendalanya adalah ketersediaan SDM. [SDM] di angka 50 persen. Saya harus sampaikan ini. Jadi kami pacu [Karyawan] produktif ada keterlambatan ini,” ungkapnya.

Status perjanjian kerja karyawan dengan perusahaan dianggap perlu ditinjau karena statusnya tidak terdaftar di Disnaker.

Baca juga: Pasar Horas Siantar Kupak-Kapik, Trotoar Jadi Lapak Jualan Dan Parkir

Selain itu, karyawan PDPHJ belum sepenuhnya terdaftar sebagai peserta  BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Pada kesempatan ini, Toga mengakui direksi belum mampu membayar gaji karyawan yang tertunggak. 

Kata dia, pendapatan perusahaan dari retribusi kios juga menunggak. Sebab selama ini pendapatan perusahaan hanya untuk membayar gaji karyawan. 

“Tunggakan sekitar Rp 3,9 Miliar dari 3500 kios. Masalah SDM saya berjanji akan saya lakukan dalam semester kedua ini,” katanya.

Pada Kamis 3 Juni 2021, gelombang unjuk rasa datang dari puluhan karyawan PDHJ. Massa membentangkan spanduk menuntut pembayar gaji yang tertunggak selama 6 bulan. Unjuk rasa ditandai dengan kabar pengunduran diri Bambang Kencono Wahono.

Baca juga: Pasar Horas Sering Masuk Koran Jadi Bisnis Wartawan

Baca artikel PDPHJ