Medan, hetanews.com - Wali Kota Medan Bobby Nasution kembali berbicara terkait penanganan COVID-19. Kini, Medan menerapkan PPKM level 3. Bobby meminta masyarakat tidak euforia meski level PPKM di Medan sudah turun.

“Tapi saya katakan, kita tidak boleh euforia karena COVID-nya masih ada. Bukan hilang. Namun penyebaran, transmisinya yang berkurang,” kata Bobby di Balai Kota, Rabu (22/9).

Meskipun kasus harian COVID-19 sudah menurun, Bobby mengingatkan masyarakat Medan jangan lengah.

“Kita buat patroli atau yustisinya itu, tentang prokesnya, dari menggunakan masker menjaga jarak dan tidak berkerumun," ucap dia.

Selain itu, Bobby memastikan penerapan tracing dan testing juga jadi prioritas dalam penanganan COVID-19 di Medan.

“Kemarin yang banyak, yang ratusan, di atas 400, di atas 500 target kita satu yang terkonfirmasi bisa delapan atau 5 yang di tracing. Sekarang 100 atau di bawa 100 harus standarnya, 15 orang di tracing. Itu kita lagi kejar,” kata dia.

  • Bioskop dan PTM Dibolehkan

Bobby memastikan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas kini dibolehkan. Namun wajib menerapkan prokes ketat.

“Tentunya ini (juga) perlu persiapan. Hanya boleh satu kelas 25 persen kalau dihitung hanya 8 sampai 10 orang saja. Bahkan ada yang 5 murid dalam satu kelas,” ujar Bobby.

Kemudian, di luar lingkungan sekolah, perlindungan untuk anak juga harus terjamin.

“Kalau pulangnya naik angkot sudah aman belum? Angkot sudah jelas 75 persen, sopirnya itu harus pakai masker, jangan sambil merokok lagi. Ini makanya saya bilang patroli, yustisi, menggunakan prokes kita utamakan,” katanya

Selain PTM, bioskop juga sudah dibolehkan buka. Namun harus menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Tidak ada jual makan, minum di dalamnya. Anak di bawah usia 12 tahun tidak boleh masuk, nggak boleh diajak nonton. Nah ini yang perlu disosialisasikan dulu,” kata Bobby

“Nanti kita komunikasikan sama pemilik mal ataupun bioskopnya. Penonton juga harus menunjukkan aplikasi PeduliLindungi," tutup dia.

sumber: kumparan.com