SIANTAR, HETANEWS.com - Dinas Pendidikan Kota Siantar akan lakukan simulasi belajar di sekolah selama tiga hari sebelum melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di hadapan Anggota DPRD Kota Siantar, Rosmayana selaku Kepala Dinas Pendidikan mengatakan akan laksanakan PTM sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan, Menkes dan Mendagri.

"Untuk SOP-nya mengacu kepada SKB 3 Menteri. Semua sudah tertera, mulai masuk hingga ke dalam kelas. Bahkan sampai mau izin ke kamar mandi sudah ada SOP nya," katanya dalam rapat pada Rabu (22/9/2021).

Vaksinasi bagi siswa berusia 12 tahun ke atas juga akan terus berjalan sebagai syarat untuk memberlakukan PTM, sebanyak 17.359 siswa yang akan divaksin.

"Kita takut ada komorbid anak-anak. Dan total anak-anak yang akan di vaksin sebanyak 17.359 siswa yang akan di vaksin, itupun kalau orang tuanya mengizinkan," lanjut Kadis.

Kabid PAUD Dikdas, Lusamti Simamora menjelaskan sistem simulasi tersebut, jam belajar siswa akan dibagi-bagi sesuai waktu yang ditentukan.

"Kita lakukan simulasi dengan kapasitas 30 persen siswa. SD masuk jam 8 pagi, SMP masuk jam 9 pagi. Kita buat jarak biar tidak terlalu padat di kota. Untuk Kamis yang masuk SMP kelas 7, SD kelas 6. Jumat, SMP kelas 8, SD kelas 5. Sabtu, SMP kelas 9 dan SD Kelas 1," paparnya.

Ia juga menjelaskan simulasi akan dievaluasi, jika sesuai, dalam waktu dekat akan diberlakukan PTM di Kota Siantar.

"Selama tiga hari ini kita evaluasi. Kalau hasilnya positif maka Senin kita coba PTM terbatas," ucap Simamora.

Baca juga: Kecelakaan di Parbalokan Pengendara RX King Tewas