TOBA, HETANEWS.com - Merintis dan mengembangkan Desa Wisata merupakan cita cita dan inovasi terbesar Kepala Desa Pardomuan Ajibata Tambatua Sirait, Desanya merupakan salah satu Desa Wisata yang ada di Kawasan Danau Toba, sehingga memiliki berbagai peluang dan juga tantangan kedepannya. 

Peluang dan tantangan Desa Wisata Pardomuan Ajibata di utarakan Tambatua Sirait saat menjadi Narasumber Seminar Nasional, yang di selenggarakan oleh Pusat Kajian Pariwisata Nusantara dan Kemenparekraf /Baparekkraf RI melalui zoom meeting, Rabu (22/09/2021) pada Pukul 09.00 wib.

Seminar Nasional yang berlangsung selama 3 jam ini di buka oleh Prihutami Rista Hermawati mewakili Indra Ni Tua Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekkraf RI, dengan tema Peran Desa, Akademisi dan Pembuat Kebijakan Dalam Pembangunan Desa Wisata yang Berkelanjutan.

Kades Pardomuan Ajibata turut hadir sebagai Narasumber Desa Wisata mendampingi Narasumber lain seperti I Nengah Moneng merupakan Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli Bali, Chrispinianus Mesima sebagai Pemerhati Pariwisata Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tamba Tua Sirait - Kepala Desa Pardomuan, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, I Wayan Wardika, SST. Par. - Penggiat & Tokoh Penggerak Desa Wisata di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar Bali, Dr. Dermawan Waruwu, M.Si - Universitas Dhyana Pura, Prof. Dr. Ir. I Ketut Widnyana, M.Si - Guru Besar Ilmu Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Pada kesempatan itu Tambatua Sirait, menjelaskan dalam Seminar yang dihadiri ratusan orang pelaku, penggiat, akademisi dan pemerhati Pariwisata seluruh Indonesia, bahwa Desa Pardomuan Ajibata merupakan Desa yang terletak di Kab Toba dan berbatasan langsung dengan Parapat Kab.Simalungun.

"Salah Satu Desa Wisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Kawasan Danau Toba yang terletak di Kabupaten Toba dan tidak jauh dari Kota wisata Parapat, ," Tambatua mengawali paparannya.

Desa Pardomuan Ajibata merupakan salah satu dari 36 Desa Wisata yang ada di kabupaten Toba setelah ditetapkan Pemerintah berdasarkan SK Bupati Toba no 65 tahun 2020 (perubahan SK Bupati no 518 tahun 2018).

Menurut Tambatua Desanya memiliki luas 600 Ha, terdiri dari lahan pertanian, persawahan, rumah bangunan warga dan perkantoran pemerintah dengan jumlah penduduk 750 jiwa atau 223 KK yang mayoritas bekerja di sektor pertanian.

Dalam paparannya, di beberkan potensi dan spot wisata yang layak di kembangkan di Desanya, seperti wisata aliran sungai, persawahan, bukit dan hutan alam. 

"Cagar budaya dan adat istiadat lokal bisa menjadi atraksi wisata, selain Memiliki alam untuk kegiatan camping, trakking, river tubing, areal motortrail, adventure, kegiatan ekowisata, jelajah alam, camping dan motortrail serta situs sejarah paccur na Pitu, Beberapa objek wisata yang ada menambah daya tarik seperti air terjun batu papan, agrowisata juma bulu," ujarnya.

Dia juga menjelaskan tantangan terberat saat ini di lokasi desa wisata yang ia rintis, seperti Fasilitas, sarana dan prasaran yang kurang memadai dan juga infrastruktur menuju objek wisata di lokasi Desa wisata.

"Kita tetap melakukan kordinasi ke pihak pemerintah dan stakeholder termasuk pihak ketiga untuk minta dukungan dan juga anggaran dalam menata sarana dan prasarana," ungkaprnya

Dia juga mengeluhkan SDM pelaku wisata yang jauh dari standard, sehingga dibutuhkan pelatihan dan pendidikan pelaku wisata di Desanya, baik untuk pelaku dan pengelola wisata bahkan tata kelola bisnis dan pemasaran ekonomi kreatif pariwisata.

Selanjutnya menurut dia Warga masih minim kesadaran dalam kebersihan lingkungan terutama membuang sampah pada tempatnya.

Wilayahnya memiliki potensi dalam menarik wisatawan untuk berkunjung ke desanya. Selain potensi kekayaan alam pedesaan, potensi lain berasal dari kehidupan dan budaya masyarakat desa. 

Program strategisnya disebutkan potensi desa wisata harus dikelola dengan pendekatan kepariwisataan berkelanjutan sehingga memberikan nilai tambah, bukan hanya pada aspek ekologis dan sosial budaya, akan tetapi pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Desanya. Dengan begitu pariwisata Desa dapat membantu meminimalkan tingkat kemiskinan dan kesenjangan sosial.

"Tujuan Pengembangan desa wisata dalam bidang ekonomi yakni memberikan kesempatan bagi masyarakat desa untuk membuka usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan di desa, dengan begitu pariwisata Desa dapat membantu meminimalkan tingkat kemiskinan dan kesenjangan sosial." imbuhnya saat di hubungi awak media setelah Seminar Nasional berlangsung.

Bukan hanya ekonomi tapi pariwisata harus bisa menyadarkan dan melatih masyarakat dalam bidang lingkungan. 

"Desa wisata dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam konservasi dan menjaga lingkungan." imbuhnya. 

Baca juga: RSI Dukung Budidaya Ikan Lele Untuk Usaha Pemuda Ajibata