SIANTAR, Hetanews.com - Kasus pembakaran rumah wartwan salah satu media online di Siantar, Bemby Irwandi masih terus berlanjut di Pengadilan Negeri Pematangsiantar. Agenda persidangan Senin (20/9) mendengarkan keterangan saksi Sabar Horas Simanjuntak dan Muhammad Ridho.

Horas selaku petugas receptions menjelaskan jika yang pesan kamar tanggal 26, 27 dan 28 adalah terdakwa L dan terdakwa Roni. Pada tanggal 29 Mei, setahu saksi tamu yang masuk (check in) bernama Umar meski dia tidak kenal dengan Umar.

"Atas nama Umar, yang pesan Roni makanya setelah saya konfirmasi ke Rony mengijinkan dan membenarkan. Hanya saja kapan dia keluar, saya tidak tahu," kata saksi Horas.

Atas keterangan saksi tersebut Umar membantahnya dengan mengatakan tidak pernah sampai pagi menginap di Siantar Hotel. Tapi Umar membenarkan pertanyaan hakim jika dirinya sering menginap di Siantar Hotel.

"Apakah benar sering menginap di Hotel Siantar?," tanya hakim Irwansyah P.Sitorus SH. 

"Benar yang mulia," kata Umar.

Saksi lainnya M.Ridho mengaku sebagai adik dari terdakwa M Syafi'i yang juga sebagai pemilik sepeda motor Yamaha Vixion (yang dijadikan BB dalam kasus pembajakan). Ridho mengaku sepeda motornya dipinjam oleh terdakwa M Syafii dengan alasan mau beli susu anak.

Kedua saksi tidak mengetahui terkait pembakaran rumah yang terjadi pada 29 Mei 2021 sekira pukul 03.15 wib dinihari di jalan Jorlang Hataran Kelurahan Simarito. Pemilik sepeda motor baru tahu, ketika sepeda motornya disita dalam kasus pembakaran. 

Sebagaimana dakwaan jaksa yang dibacakan dalam persidangan sebelumnya, jika pembakaran rumah wartawan terkait adanya pemberitaan tentang narkotika. UH ditangkap bersama 5 terdakwa lainnya.

UH Cs dijerat dengan dakwaan tunggal melanggar pasal 187 jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Majelis hakim Irwansyah Sitorus, Rahmat Hasibuan dan Renni Ambarita menunda persidangan Senin (27/9) mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan para terdakwa dan juga saling memberikan kesaksian antara terdakwa.