JAKARTA, HETANEWS.com - Aktivis HAM dan pengacara masyarakat Papua, Veronica Koman mengecam penyerangan terhadap tenaga kesehatan oleh kelompok bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. Dalam kejadian tersebut, satu orang nakes meninggal.

"Saya mengutuk dan mengecam sekeras-kerasnya penyerangan terhadap tenaga kesehatan ini," ujar Vero saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 18 September 2021.

Ia berharap, Komnas HAM segera turun ke Kiriwok untuk menginvestigasi motif penyerangan ini.

"Terutama untuk menginvestigasi apakah betul terjadi kekerasan seksual ketika penyerangan, karena ini merupakan fakta penting yang harus diungkap," ujarnya.

Vero mengaku sempat mendapat kiriman beberapa video peristiwa kerusuhan.

"Dari situ terlihat bahwa para pelaku ini rata-rata masih sangat muda. Memang seiring operasi militer yang makin gencar, justru makin banyak yang bergabung dengan TPNPB. Darah muda ini lebih meletup-letup," ujar dia.

Baku tembak antara personel gabungan TNI-Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata terjadi di Distrik Kiwirok, Papua pada Senin, 13 September 2021.

Selanjutnya, berlanjut pada peristiwa serangan dan pembakaran sejumlah fasilitas pelayanan publik seperti Puskesmas, Perumahan para tenaga kesehatan (nakes), Sekolah SD dan SMP di Distrik Kiwirok.

Aksi teror itu telah mengganggu dan menimbulkan ketakutan di masyarakat. Sebanyak 11 orang nakes mengalami luka-luka, satu orang meninggal dunia, dan beberapa dinyatakan hilang.

TNI masih memburu anggota KKB pelaku kekerasan tersebut. Pangdam XVII/Cenderawasih memerintahkan pasukannya menangkap KKB  pimpinan Lamek Taplo dalam keadaan hidup atau pun mati.

"Mereka petugas kesehatan, pahlawan kemanusiaan kita, kenapa mereka yang jadi korban tindakan yang sangat keji? Wanita yang tak berdosa jadi korban. Saya bilang ini tindakan pengecut," ujar Kasdam XVII/Cenderawasih Brigadir Jenderal TNI Bambang Trisnohadi dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu, 18 September 2021.

Baca juga: Cerita Nakes yang Selamat dari Ganasnya Amukan KKB Papua, Para Suster Ditelanjangi Sebelum Dibunuh

Sumber: tempo.co