SIANTAR, HETANEWS.com - Menanggapi kasus pembakaran rumah wartawan yang dilakukan UH Cs pada 29 Mei 2021 sekira pukul 03.15 dinihari di Jalan Jorlang Hataran Kelurahan Simarito, dan sudah memasuki tahap persidangan dengan agenda pembuktian mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Praktisi hukum yang juga Ketua LBH Perjuangan Keadilan (PK), Harfin Siagian SH, berpendapat proses persidangannya mari kita kawal bersama. Karena negara kita negara hukum dan semua sama di mata hukum

Siapa pun yang bersalah harus dihukum. Siapa pun yang bersalah jangan main hakim sendiri dengan melakukan tindakan anarkis membakar rumah, kata Harfin kepada hetanews.com Jumat (17/9/2021)

"Meski sudah ada perdamaian, bukan berarti selesai, proses hukum tetap berjalan. Apalagi perdamaian itu terjadi setelah para pelaku ditahan," ucapnya.

Dijelaskannya, dalam pasal 187 ayat (1) maksimal hukuman 12 tahun, Ayat (2) maksimal hukuman 15 tahun dan  Ayat (3) maksimal hukuman seumur hidup. Adanya perdamaian sehingga telah memenuhi prinsip Restoratif Justice (RJ). "Penghukuman merupakan efek jera bagi para pelaku," katanya lagi.

Harfin menambahkan, jika bicara penyidikan yang komprehensif harus dicari tahu motifnya apa dan siapa yang intelektual dader.

Baca juga: Kasus Bakar Pintu Rumah: Saksi Mengaku Mobil Dipinjam Tanpa Tahu Untuk Apa