Medan, hetanews.com - Presiden Jokowi memberikan instruksi kepada kepala daerah di Sumut pada Kamis (16/9). Jokowi mengingatkan para pemimpin di Sumut harus segera merealisasikan dana APBD ke masyarakat.

“Jadi hati-hati dengan penyebaran COVID-19. Karena itu, berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, yang perlu dilakukan adalah realisasi APBD secepatnya, di seluruh kabupaten dan kota,” kata Jokowi kepada bupati dan wali kota se-Sumut.

Usai Jokowi, giliran Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, berbicara. Dalam sambutannya, Edy langsung meminta arahan kepada Jokowi.

“Di hadapan bapak, ada bupati dan wali kota, ada forkopimda, ada wakil-wakil yang bersama-sama kita. Kami mohon arahan dan petunjuk sehingga kami bersemangat menyelesaikan persoalan ini, tentang COVID-19 dan perekonomian di Sumut,” kata Edy kepada Jokowi.

Edy Rahmayadi Minta Tambah Kuota Vaksin ke Jokowi: Kami Mohon Diperhatikan (1)
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau vaksinasi door to door di Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (16/9). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Edy kemudian memaparkan kasus harian COVID-19 di Sumut. Edy mengatakan, penularan COVID-19 kini mulai melandai. “Positif aktif (sekarang) 4.139 kasus, telah berkurang 24.253 kasus, dari (data) 15 Agustus,” ujar Edy.

Sementara hari ini ada tambahan kasus baru 262.

Edy sempat curhat kasus COVID-19 di Sumut dalam tiga bulan belakangan mencapai 2.000 kasus. Meski begitu, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 tinggi.

“Tingkat kesembuhan telah mencapai 93,3 persen. Meningkat 30,5 persen dari sebelumnya 62,8 persen,” kata Edy.

Mantan Pangkostrad itu mengatakan, bed occupancy ratio kini di angka 17 persen. “Untuk cakupan vaksinasi dosis pertama telah mencapai 25,7 persen. Lalu dosis kedua 15,9 persen dan dosis ketiga 47,4 persen,” ujar Edy

Edy juga mengeklaim percepatan vaksinasi di wilayahnya sangat cepat, karena dibantu TNI dan Polri.

“Tapi kami mohon kuota vaksin yang kami selalu diperhatikan,” tutup Edy.

sumber: kumparan.com