SIANTAR,HETANEWS.com - Pandemi mengakibatkan sulitnya untuk mencari nafkah atau kebutuhan sehari-hari. Memang ada beberapa orang yang mudah mencari nafkah seperti bekerja di kantoran.

Kondisi demikian berbeda dengan yang dialami seorang kakek berusia 64 tahun bernama Tua, yang bekerja sebagai penjual makanan khas jawa yaitu getuk.

Ia menggunakan sepeda yang telah usang sebagai transportasi nya berjualan keliling kota Siantar.

Tua, seorang kakek lansia yang masih memiliki semangat berjualan untuk mencari nafkah. Meski ia memiliki kulit yang sudah keriput, pendengaran yang kurang, dan sedikit terbungkuk ia tetap semangat berjualan. Ia telah berjualan mulai dari tahun 90an hingga sampai saat ini. 

Ia tinggal seorang diri di jalan Asahan Kabupaten Simalungun. Setiap pagi pukul 10.00 WIB ia berangkat dari rumah untuk berjualan menaiki sepeda tua nya beserta kotak yang terbuat dari kaca sebagai tempat jualan nya. Terkadang ia harus mendayung sepeda nya selama 3 jam untuk sampai di kota.

 Keringat dan lelah yang ia rasakan memang tidak cukup terbayar dengan apa yang ia hasilkan, namun ia masih tetap bersemangat. Panas terik matahari yang dirasakan ia anggap sudah biasa di usia tua nya. 

Ia hanya mencukupi kebutuhan seharinya dari hasil jualannya, meskipun yang ia dapatkan tidak sebanding dengan kebutuhannya. 

“Tiap hari nya kadang hanya dapat 40 ribu saja mulai dari pagi dan itu juga tidak menentu pulang jam berapa,” ujar Tua saat diwawancarai Kamis (16/09/2021).

Ia belum pernah sama sekali mendapat bantuan dari pemerintah,terkadang ia juga mendapatkan bantuan dari orang yang membeli jualannya, seperti sembako. Meski dengan begitu ia tetap selalu bersyukur. Senyuman dan tawa yang ia pancarkan ke setiap pembeli seperti menggambarkan bahwa ia tidak pernah kelelahan berjualan. 

Penulis: Chelsea Ipo Sirait