Thailand, hetanews.com - Belakangan viral berita mengenai tanaman ganja alias marijuana yang dapat menyembuhkan infeksi virus corona (Covid-19). Beredar konten yang mengklaim bahwa Thailand berhasil menyembuhkan pasien virus corona dengan ganja.

Tak hanya itu, seorang peneliti asal Aceh, Profesor Musri Musman menyebut kandungan ganja yang sudah disarikan menjadi minyak, berpotensi menangkal virus corona (Covid-19).

Musri meyakini bahwa kandungan dalam ganja yang dapat bekerja menangkal virus asal Wuhan, China itu. Lantas benarkah ganja dapat menyembuhkan Covid-19?

Sebelumnya, Prof. Dr. Musri Masman M.Sc seorang peneliti ganja, mengatakan menurut dari beberapa sumber yang ia baca kandungan senyawa dalam tumbuhan ganja atau yang di sebut CBD mampu mengendalikan pintu masuk virus kedalam sel.

“Dari beberapa sumber yang saya baca beberapa info ttg CBD. Cannabidiol (CBD) fraksi dari ekstrak kanabis dan Coronavirus (Covid-19),” katanya.

Namun dari laman Turn Back Hoax berdasarkan Association for the Cannabinoid Industry, Dr Andy Yates mengatakan tidak ada bukti bahwa CBD dapat berperan untuk mencegah virus Corona atau COVID-19.

“Saat ini sama sekali tidak ada bukti bahwa CBD dapat berperan dalam mengubah jalannya penyakit virus corona (Covid -19) dan saya akan sangat mendesak industri CBD untuk tidak memberikan saran, betapa pun halus, bahwa hal itu terjadi,” kata Dr Andy Yates.

Dalam artikel lain yang berjudul “Cannabis Won’t Cure Coronavirus, but It Can Help Ease Certain Flu Symptoms” tidak ada penelitian yang bisa diandalkan tentang efek dari CBD atau YHC pada Covid-19 terkait CBD yang dapat menangkal Covid-19.

Namun jika penyakit itu berupa flu biasa, CBD bisa membantu untuk memperkuat sistem imun dalam penyembuhan flu. Terlepas dari itu, mengenai pemberitaan Thailand menyembuhkan para pasien Covid-19 menggunakan ganja dinilai menyesatkan.

Namun sang wartawan telah mengoreksi bahwa Thailand menyembuhkan para pasien Covid-19 dengan obat antivirus dan obat anti HIV.

sumber: grid.id