MEDAN, HETANEWS.com - Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan bahwa pelaku perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun ternyata lima orang.

Dari lima perampok, satu diantaranya pelaku bernama Hendrik Tampubolon ditembak mati. Menurut Panca, Hendrik Tampubolon ini lah otak pelaku. Dia yang merekrut para pelaku untuk menggasak dua toko emas di Pasar Simpang Limun.

Dari pengakuan para tersangka, Hendrik awalnya menemui temannya yang bernama Deny untuk membicarakan perampokan toko emas.

Saat itu Deny diminta oleh Hendrik untuk mencari orang yang mau diajak bekerjasama.Usai menemukan orang, Deny langsung menemui Hendrik dan mempertemukan keempatnya. Mereka kemudian membicarakan strategi dan lokasi.

Sehari sebelum perampokan bahkan mereka sempat melakukan survei di Pasar Simpang Limun, yang berada di Jalan Sisingamangaraja Medan.

Baca juga: Perampok Toko Emas Ditembak Mati Polisi, 3 Lainnya Dibikin Cacat, Kapolrestabes: Besok Dipaparkan

Mereka memantau situasi dan memperlajari peta lokasi. Usai memetakan lokasi dan strategi pada Kamis 26 Agustus Hendrik, Paul, Farel dan Prayogi pun datang ke pasar Simpang Limun.

"Jadi dalang atau otaknya ini Hendrik. Dia pertama ketemu sama Deny. Makanya totalnya jadi lima orang," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra.

Selain jadi otak perampokan, Hendrik juga sebagai pemasok senjata. Ia memiliki tiga senjata api rakitan. Satu senjata laras panjang dan duanya lagi pistol rakitan. Hendrik ditangkap dirumah orang tuanya di Kabupaten Dairi.

Saat itu ia melarikan diri menggunakan sepeda motor yang ia gunakan merampok. Disana petugas mengamankan Hendrik atas informasi yang diberikan Paul. Pelaku yang diamankan pertama kali di Medan.

Baca juga: Terkuak Identitas Perampok Toko Emas Simpang Limun Medan, Ternyata Sindikat di Riau

Sumber: tribunnews.com