MEDAN, HETANEWS.com - Terungkap, motif pembunuhan gadis remaja berusia 13 tahun bernama Fitri Amanda Waruwu di Nias, lantaran pelaku berinisial EH alias Ama Gisel merasa sakit hati kepada korban.

Kapolres Nias, AKBP Wawan Iriawan menjelaskan bahwa pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena tidak terima dengan perkataan korban.

"Motif pelaku EH melakukan pembunuhan karena emosi terhadap korban, dikarenakan korban mengucapkan kata kotor terhadap pelaku," kata Wawan Iriawan, Selasa (15/9/2021).

Ia menjelaskan bahwa awalnya pelaku sedang mengendarai sepeda motor hendak kembali ke rumahnya. Namun, setelah pelaku hampir sampai ke rumah, tiba-tiba korban menghalangi pelaku.

"Pelaku kemudian menegur korban agar tidak menghalanginya," ucapnya.

Wawan menambahkan, korban yang tidak terima ditegur oleh pelaku langsung mengeluarkan kata-kata kotor kepadanya.

"Pelaku yang emosi mendengar perkataan korban langsung turun dari sepeda motornya dan masuk kedalam rumahnya mengambil sebilah pisau," ucapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan usai mengambil pisau kedalam rumahnya langsung mengejar korban dan menusuk leher korban hingga meninggal dunia.

"Pelaku yang mengambil pisau keluar dan mengejar korban. Pelaku juga menjambak rambut korban lalu menusuk leher korban sebanyak dua kali," tuturnya.

Kemudian, pelaku memasukkan mayat korban kedalam karung dan membuangnya kedalam parit yang berada kurang lebih 50 meter dari lokasi kejadian.

Diketahui, seorang remaja perempuan berusia 13 tahun, ditemukan tewas membusuk di Dusun V, Desa Sitolubanua, Kecamatan Bawolato, Nias, pada Senin (13/9/2021).

Baca juga: Sempat Hilang 3 Hari, Bocah SD di Nias Sumut Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Sumber: tribunnews.com