SIANTAR, hetanews.com - Dinas Pedidikan (Disdik) Kota Siantar beberapa waktu lalu telah mengadakan rapat bersama gugus covid dan Perwakilan kepala sekolah SMP, untuk membahas akan diadakannya pembelajaran tatap muka di Kota Siantar, mengambilkan pembelajaran tatap akan dilakukan menunggu hasil  dari Satgas Covid-19 terkait kondisi pandemi di Kota Siantar.

Hal tersebut diutarakan oleh Lusamti Simamora, Kabiddikdas (Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar) Siantar, hal tersebut berdasarkan surat instruksi Walikota tentang penanganan covid-19 yang kian membaik di Kota Siantar, sehingga Disdik Siantar akan melakukan uji coba pembalajaran tatap muka pada tanggal 20 September 2021 untuk anak SMP, dan jika kondisi semakin membaik maka akan dilakukan uji coba untuk SD dan PAUD namun dengan syarat setiap Guru yang mengajar harus sudah di vaksin, dan kata Lusamti Simamora sampai saat ini lebih kurang 80 persen guru yakni 200 sampai 250 orang di Kota Siantar telah divaksin.

 “Guru yang akan melayani anak-anak kita di sekolah, harusnya sudah di vaksin dan guru yang belum vaksin akan digantikan oleh guru yang lain, untuk guru yang belum nantinya akan melakukan pengajaran melalui daring, karena kita tidak bisa paksakan semua guru untuk, sebab ada beberapa guru yang memiliki penyakit komorbid,” ujar Lusamti Simamora dihubungi via telepon.

Dinas pendidikan juga akan meminta izin kepada orang tua murid agar menyetujui anaknya untuk belajar tatap muka. Dan jika ada orang tua yang tidak mengizinkan maka akan tetap dilaksanakan belajar daring.

Untuk pelajar akan diusahakan harus vaksin juga, meskipun ketersediaan vaksin pelajar belum ada. Tetapi jika belum dapat divaksin juga, maka akan tetap dilakukan Protokol Kesehatan. Dan sistem pembelajaran juga akan dibatasi sesuai dengan instruksi pemerintah yaitu maksimal 50% kapasitas.

“Nanti akan ada pertimbangan untuk mekanisme nya, nanti batasan PTM ini misalnya untuk SMP akan kita berikan 3 jam perhari, untuk setiap kelas yaitu kelas 7,8,9. Namun setiap kelas itu batasan 2 kali seminggu,” Ujarnya lagi.

PENULIS: Chelsea Ipo Sirait