Nias, hetanews.com - Nias Seorang siswi kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut) ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa setelah 3 hari hilang. Jasadnya ditemukan di kebun warga, Dusun V, Desa Sitolubanua, Kecamatan Bawalato.

Paur Subbag Humas Polres Nias, Aiptu Yadsen F Hulu mengatakan, korban bernama Fitri A Waruwu. Jasadnya ditemukan pihak keluarga dibantu warga yang melakukan pencarian di area perkebunan pada Senin, 13 September 2021.

"Saat pencarian, mereka mencium aroma tidak sedap, yang belakangan diketahui berasal dari jasad korban," kata Yadsen, Selasa (14/9/2021).

Diterangkannya, korban sudah tidak pulang ke rumah sejak Jumat, 10 September 2021. Pihak keluarga dibantu warga sempat melakukan pencarian hingga Minggu, 13 September 2021. Namun, tak kunjung ditemukan.

"Lalu, dinyatakan hilang. Kuarga membuat laporan ke Polsek Bawolato," terangnya.

  • Polisi Turun ke Lokasi

Yadsen menuturkan, setelah mengetahui korban meninggaldunia, Kepala Dusun (Kadus) V, Desa Sitolubanua, Eman Rifyu Halawa, memberi tahu kepada pihak Polsek Bawalato, yang kemudian turun ke lokasi bersama pihak Puskesmas Bawalato.

"Korban saat ditemukan dalam keadaan telungkup di dalam parit. Di atas korban tertutup rumput dan daun pisang," tuturnya.

Jasad korban sempat dibawa ke Puskesmas Bawalato untuk dilakukan pemeriksaan. Karena kondisinya sudah mulai membusuk, jasad korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Thomsen Gunungsitoli untuk di visum luar.

"Karena tubub korban mulai membusuk, penyebab kematian korban tidak dapat dipastikan dengan cara visum luar. Akan dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban dan memeriksa saksi-saksi," Yadsen menjelaskan.

  • Barang Bukti

Di lokasi penemuan jasad korban, petugas mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, satu helai celana pendek warna merah bergaris hijau yang dipakai korban, sehelai baju kaos oblong warna hitam campur warna putih bermotif gambar Micky Mouse.

"Untuk penyebab kematian korban, masih dalam penyelidikan," Yadsen menandaskan.

sumber: liputan6.com