MEDAN, HETANEWS.com - Ikut-ikutan keroyok orang pakai balok berpaku, Dedek Gunawan alias Aleng kini dituntut dua tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Medan, Rabu (25/8/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tri Chandra menilai, lelaki 20 tahun itu terbukti bersalah melakukan penganiayaan sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 170 Ayat (2) Ke-1 KUHP.

"Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa Dedek Gunawan alias Aleng dengan pidana penjara selama 2 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," kata Jaksa.

Usai mendengar tuntutan Jaksa, kepada majelis hakim yang diketuai Denny Lumban Tobing, terdakwa memohon agar diberi keringanan hukuman.

"Tolong diringankan, Pak. Menyesal saya," ucapnya.

Selanjutnya, majelis hakim pun menunda sidang pekan depan dengan agenda putusan. Pada sidang sebelumnya, terungkap bahwa Eko Dirwansyah Hutagalung dikeroyok 20 lelaki pakai broti berpaku hingga berlumuran darah karena dituding kibus.

Ia mengaku tidak dapat melakukan perlawanan karena jumlah pengeroyok yang terlalu banyak. Akibatnya, Eko sampai terkulai lemas di beberapa bagian tubuh berlubang dan berlumuran darah. 

Dalam dakwaan Jaksa menyebutkan bahwa perkara ini berawal pada Selasa (9/3/2021) lalu, sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu terdakwa sedang nongkrong di Jalan M Yakub, Kecamatan Medan Perjuangan,  bersama dengan Pempem, Abay, Romi, Mahesa, dan Muhammad Rudy. 

Tidak lama kemudian, melintas Eko Dirwansyah Hutagalung dengan menggunakan sepeda motor menuju ke rumah saksi Muhammad Yusuf Hanafi Hasibuan kemudian Romi berkata 'itu saudara kita si Hadji dikibusi sama si Eko. Ayo lah kita pukuli.' Kemudian terdakwa dan teman lainnya setuju.

"Selanjutnya, terdakwa bersama dengan Pempem, Abay, Romi, Mahesa, dan Muhammad Rudy berjalan kaki menuju ke rumah Yusuf. Trlihat Eko sedang duduk di depan rumah, kemudian terdakwa mendorong tubuh Eko dengan mengatakan 'Kau yang ngibusin Abangku', dan kemudian memukul dan menendang kaki  beberapa kali," kata Jaksa.

Kemudian Pempem pun ikut memukul mata kanan Eko, diikuti Muhammad Rudy yang juga ikut memukul wajahnya.

Mendapatkan perlakukan yang demikian Eko berupaya menyelamatkan dirinya, dengan melarikan diri ke arah Jalan Serdang, dimana terdakwa bersama dengan  Pempem, Abay, Romi, Mahesa dan  Muhammad Rudy mengejar Eko hingga ke Bandrek Sahib.

"Abay dan Romi masing-masing sudah membawa kayu, dan Mahesa memegang batu, yang kemudian melemparkannya ke arah Eko. Sesampainya Eko di depan kedai Bandrek, Rudy memukul beberapa kali, dan Romi memukul dengan balok, sedangkan Abay dengan kursi plastik yang ada di Bandrek Sahib," urai Jaksa.

Pengeroyokan pun diikuti oleh beberapa orang lainnya, hingga Eko berupaya melarikan diri ke arah Gang Bidan. Namun Pempem, Abay, dan Mahesa terus mengejar dan memukulinya.

"Eko kemudian melarikan diri ke arah  Jalan Serdang. Tidak lama kemudian, datang Yusuf  menyelamatkan Eko dan membawanya ke rumah sakit dan melaporkan perbuatan terdakwa ke polisi," kata Jaksa.

Sumber: tribunnews.com