WASHINGTON DC, HETANEWS.com - Seorang jenderal AS memeringatkan, dunia bisa hancur jika mereka terlibat perang dengan Rusia ataupun China.

Wakil Ketua Gabungan Kepala Staf Jenderal John E Hyten mengatakannya dalam diskusi yang diselenggarakan The Brookings Institution.

"Kami tidak pernah berperang dengan Uni Soviet. Sebagai negara besar, tujuan kami tidak pernah terlibat konflik dengan Rusia atau China," kata dia.

Hyten menerangkan, jika sampai pecah perang di antara tiga negara nuklir itu, maka dunia dan ekonominya akan hancur.

"Karena itu, kami harus memastikan tidak akan pernah sampai mengambil keputusan tersebut," ucap Jenderal Hyten dikutip RT Selasa (14/9/2021).

Perwira tinggi dari Angkatan Udara AS itu berkata, Rusia bukanlah ancaman jika merujuk kesepakatan Moskwa dengan NATO selepas kejatuhan Soviet.

Tetapi, Hyten menyoroti dugaan "Negeri Beruang Merah" tengah memodernisasi seluruh persenjataan nuklirnya. Perwira bintang empat berusia 61 tahun tersebut berasumsi, Rusia nampaknya khawatir dengan "Negeri Uncle Sam".

Hyten berujar meski jalan stabilitas masih panjang, baik AS dan Rusia sudah membuat progres bagus dalam peningkatan relasi bilateral.

Dia menjelaskan di saat bersamaan, Washington mulai mengarahkan perhatian ke China, yang dia sebut terus membuat silo rudal nuklir.

Kekhawatiran AS makin bertambah karena "Negeri Panda" tidak terikat dengan perjanjian untuk membatasi senjata nuklir. Dia mencontohkan baik AS dan Rusia sepakat untuk membatasi nuklir yang bisa mereka tempatkan di angka 1.550.

"China, sementara itu, tidak ada batasan. Anda harus bertanya ke diri sendiri, kenapa mereka membangun sedemikian masif," ujar Hyten.

Sumber: kompas.com