SIMALUNGUN, hetanews.com - Pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh Pemkab Simalungun hari ini, Selasa (14/09/2021) yang berlangsung di SMP Negri 1 Raya menimbulkan kerumunan warga mendapat tanggapan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), mereka akan kembali menghimbau Pemkab Simalungun agar menjalankan vaksinasi tidak bersifat menimbulkan kerumunan massa.

Dihubungi hetanews, Ketua IDI dr Reinhard Sihombing yang dihubungi hetanews menyayangkan pelaksanaan vaksinasi tersebut, padahal mereka sudah meminta agar vaksinasi dipusatkan di puskesmas atau rumah sakit saja.

"Padahal kemarin kita sudah minta agar dipusatkan di Puskesmas atau rumah sakit,"ucapnya.

Untuk dr Reinhard menyebutkan mereka akan kembali menghimbau kepada Pemkab Simalungun agar tidak lagi melakukan prosedur vaksinasi serupa, agar tidak menimbulkan klaster baru.

"Nanti IDI akan menghimbau kembali lah, sesuai dengan permohonan kita kemarin,"ucapnya.

Baca juga: Organisasi Tenaga Kesehatan Ambil Sikap Soal Vaksinasi Yang Menimbulkan Kerumunan Di Siantar Dan Simalungun

Diberitakan sebelum organisasi tenaga kesehatan yang terdiri dari katan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) se Kota Siantar dan Simalungun meminta kepala daerah (KDH) di Siantar dan Simalungun agar tidak melakukan kegiatan vaksinasi yang bersifat mengumpulkan massa dan dalam permohonan mereka tersebut mereka menyertakan 10 poin permohonan mereka.