SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Danu Kawardana alias Danu (24) dan Misdi (28) keduanya warga Huta I Bandar Betsy II Kecamatan Bandar Huluan Simalungun, terbukti sebagai kurir (perantara) dalam jual beli narkotika sabu 9,48 gram. Ke-2 terdakwa masing-masing dihukum 8 tahun denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun penjara di sidang online Pengadilan Negeri Simalungun, Selasa (14/9).

Vonis majelis hakim diketuai Roziyanti SH dibantu panitera Jonni Sidabutar SH lebih berat 1 tahun dari tuntutan jaksa Weni Julianti Situmorang SH yang semula menuntut para terdakwa masing-masing 7 tahun denda yang sama.

Kedua terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) UURI No 35 tahun 2009 Jo pasal 132 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Menurut hakim, kedua terdakwa ditangkap anggota Poldasu Aiptu Marisi Panggabean dan Bripka Albert Tanjung pada Rabu 28 April 2021 di depan SPBU Simpang Bah Jambi Jalan Asahan KM 17 Desa Bangun Kecamatan Gunung Malela Simalungun.

Berdasarkan fakta persidangan, keterangan saksi-saksi keterangam terdakwa jika perbuatan itu dilakukan kedua terdakwa atas perintah Ano alias Pek Meng (DPO) yang menyuruh kedua terdakwa untuk mengantarkan sabu kepada seseorang di SPBU Simpang Bah Jambi dan akan menerima uang Rp 6,8 juta dari orang tersebut.

Naas bagi kedua terdakwa ketika hendak meletakkan kotak rokok merk Sampoerna berisi sabu di samping pintu masuk SPBU, polisi menangkap keduanya dan bersama barang bukti sabu, handphone merk Vivo dan satu unit sepeda motor kedua terdakwa diboyong ke Mapoldasu di Medan.

Atas putusan hakim tersebut, kedua terdakwa didampingi pengacara Bismar Siahaan SH dari LBH PK (Perjuangan Keadilan) menyatakan masih pikir-pikir. (Ay)

Baca juga: Hakim dan Jaksa Tidak Sepakat, Apeng Divonis 6 Tahun Bui