SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Warga Negara Asing [WNA] asal Mesir, Mohamed Emad Elsayed Kotb Ismail terdakwa atas kepemilikan narkotika jenis ganja seberat 36,9 gram di PN Simalungun, Selasa (14/9/2021).

Pria asal Mesir itu diketahui tinggal di Aek Kanopan Labuhan Batu.

Dalam persidangan terbuka untuk umum yang digelar secara virtual, terdakwa didampingi pengacara Dahyar Harahap SH dan Erik Sembiring SH. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Barry Sugiarto Sihombing SH, menjerat terdakwa Emad melanggar pasal 111 atau kedua melanggar pasal 127 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Warga Mesir itu ditangkap di pos penyekatan operasi ketupat pada Kamis, 6 Mei 2021 di Nagori Perlanaan. Petugas menghambat warga luar daerah yang mudik karena pandemi covid-19.

Terdakwa sebagai penumpang dalam bus sepadan disuruh turun bersama penumpang lainnya untuk di cek suhu tubuhnya, tes Rapid antigen dan diperiksa identitasnya. Namun, Emad tak dapat menunjukkan identitas asli hanya fotocopy saja.

Sehingga petugas membawa terdakwa ke kantor imigrasi Kelas IIA Pematangsiantar untuk diperiksa identitas dan barang bawaannya. Hasilnya pemeriksa dalam tas koper terdapat plastik warna hijau berisi 31 bungkus ganja.

Awalnya, terdakwa menolak memberikan bungkusan dalam plastik hijau, sehingga petugas imigrasi memanggil Polsek Serbelawan. Atas temuan polisi tersebut, terdakwa dibawa ke Polres Simalungun dan diproses hukum.

Atas surat dakwaan jaksa, tim pengacara tidak mengajukan eksepsi. Untuk pembuktian mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan ditunda hingga Selasa (21/9) mendatang.

"Kami tidak mengajukan eksepsi, sekaligus saja dalam nota pembelaan nantinya," jelas Dahyar.

"Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, sidang ditunda pada Selasa mendatang," kata Mince SH didampingi dua hakim anggota Aries Ginting dan Dessy Ginting.

Baca juga: Pria Asal Mesir Diringkus Personil Gabungan Pospam Polres Simalungun